megaswaranews.com, DRAMAGA – Mahasiswa IPB University Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) meninggal dunia di Kamar Kost-an Pondok ‘S’ Kp Situ Babakan Raya RT 04 RW 07, desa Babakan, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Rabu, (15/04/2026)
Jenazah korban dievakuasi petugas dari Polsek Dramaga, Polres Bogor, dibantu petugas Babinsa Desa Babakan, ke RSUD Ciawi menggunakan mobil jenazah milik IPB University, untuk dilakukan Autopsi guna memastikan penyebab kematian mahasiswa semester akhir dari Fateta IPB Bogor.
Warga sekitar lokasi kost – kost-an digeger dengan peristiwa tersebut, terlihat di lokasi kejadian warga yang di dominasi khaum ema – ema berkerumun menyaksikan proses jalannya evakuasi korban dari kamar kosan menuju mobil jenazah.
Evakuasi korban sempat terkendala jalan, karena melewati jalan sempit dan menikung, sehingga keranda jenazah sulit dibawa masuk, namun berkat kesigapan petugas TNI/Polri akhirnya jenazah korban bisa dibawa keluar kamar dengan dibungkus kain seprai seadanya.
Ketua RT 04 RW 07, Iwa Jiwa Sastra mengatakan bahwa korban merupakan mahasiswa IPB University Fateta semester akhir, menurut informasi lanjut jiwa korban sedang menyusun skripsi.

Evakuasi jenazah mahasiswa dibawa keluar kost-an
“Korban diketahui meninggal di dalam kamar kosan pondok ‘S’ sekitar pukul 06.30 WIB, setelah sebelumnya teman satu kosannya melapor kepada dirinya, bahwa korban dibangunkan tidak nyahut, di WA dan di telepon tidak merespon, akhirnya disepakati untuk di dobrak paksa pintu kamarnya,” jelas Jiwa.
Setelah pintu didobrak dan terbuka, diketahui mahasiswa semester akhir IPB itu sudah tidak bernyawa. Saat ditemukan dalam posisi telentang di atas kasur dengan mulut mengeluarkan busa. Lantas setelah mengetahui peristiwa itu, Jiwa mengaku langsung melaporkannya ke pihak Polsek Dramaga Polres Bogor.

Petugas TNI dan Warga bantu bawa ke mobil jenazah
Petugas dari Polsek Dramaga beserta dari TNI langsung datang ke Tempat Kejadian Perkara (TKP). Selain itu, datang pula petugas perwakilan dari IPB University dengan membawa mobil jenazah.
Diketahui kata Jiwa kos-kosan pondok ‘S’ memiliki kapasitas 8 kamar, namun saat ini kamar kosan yang terisi hanya tiga kamar, salah satunya diisi korban, tadinya semua kamar penuh terisi, namun lima kamar lainnya sudah kosong, karena para mahasiswa yang mayoritas laki – laki sudah selesai menimba ilmu di IPB University.
Lebih lanjut dikatakan Iwa dalam kesempatan itu Jiwa menegaskan bahwa di wilayahnya terdapat kurang lebih sekitar 30 rumah kos kosan. Dari jumlah rumah kos kosan itu ada sekitar 400 orang penghuni kos, termasuk salah satunya korban sebagai penghuni kosan pondok ‘S’.
“Iya data yang kami punya sekitar 30 rumah kosan dan dihuni sekitar 400 orang. Dan pemilik kosan kebanyakan orang luar, sementara warga asli sini yang memiliki rumah kosan itu sekitar 10 persennya saja,” pungkasnya.**















