megaswaranews.com, Prigen — Dunia konservasi kembali mendapat kabar besar. Taman Safari Indonesia Prigen sukses mencetak sejarah baru dengan kelahiran tiga bayi harimau benggala yang langka dan bernilai konservasi tinggi.
Kelahiran ini bukan sekadar kabar bahagia—ini adalah bukti nyata bahwa upaya penyelamatan spesies liar masih berjalan dan membuahkan hasil.
Pada 1 Maret 2026, dua anak harimau benggala berwarna oranye lahir dengan kondisi sehat—seekor jantan dan seekor betina. Namun kejutan sesungguhnya datang dua hari kemudian, saat seekor harimau benggala putih lahir dari pasangan induk Anja dan Rinjani.
Fenomena ini tergolong sangat langka. Secara ilmiah, harimau putih muncul dari gen resesif, yang hanya muncul dalam peluang kecil di alam liar. Artinya, kelahiran ini bukan hanya istimewa—tetapi juga sangat berharga bagi masa depan spesies.
Direktur sekaligus Founder Taman Safari Indonesia, Jansen Manangsang, menegaskan bahwa keberhasilan ini menjadi tonggak penting dalam program konservasi.
“Kami tidak hanya menjaga satwa, tetapi memastikan mereka berkembang dengan kualitas genetika terbaik,” tegasnya.
Keberhasilan ini memperlihatkan satu hal penting: konservasi bukan sekadar menjaga, tetapi mengelola masa depan spesies.
Dengan pengelolaan genetika yang tepat, Taman Safari mampu Mencegah perkawinan sedarah, Meningkatkan daya tahan satwa, Menjaga keberagaman genetik populasi
Saat ini, ketiga bayi harimau tersebut berada dalam pengawasan ketat tim medis dan keeper profesional. Setiap perkembangan dipantau untuk memastikan mereka tumbuh sehat dan kuat.
Lebih dari sekadar kebun binatang, Taman Safari Prigen terus membuktikan diri sebagai pusat konservasi modern. Mereka aktif menjalankan program breeding, edukasi, penelitian, hingga perlindungan satwa liar.
Kelahiran ini menjadi pengingat kuat:
Jika dikelola dengan serius, spesies langka tidak harus punah—mereka bisa bangkit kembali.
Reporter : Dju














