megaswaranews.com, KABUPATEN BOGOR – Banjir bandang yang terjadi akibat curah hujan ekstrem melanda permukiman warga, menyisakan cerita pilu dan kerusakan. Berbeda dengan banjir biasanya yang hanya sebentar dan tidak terlalu tinggi, kali ini air meluap deras seperti tsunami, naik secara tiba-tiba dan membuat warga tidak sempat menyelamatkan diri maupun harta benda. Rabu Sore ( 29/04/2026 )
Ibu Santi, salah satu warga yang menjadi korban, menceritakan pengalaman mengerikan yang dialaminya bersama keluarga. “Tadinya kan biasanya kecil, nggak kayak gini ya? Tadi mah langsung berhenti hujan terus datang kayak tsunami. Saya nggak bisa keluar, terjebak di dalam, nangis minta tolong tapi nggak ada yang nolongin Pak,” ucapnya dengan suara terisak.
Yang paling menyayat hati, putrinya yang berusia 4 tahun sempat terhanyut dan terendam air. “Anak saya kelelep, ada anak muda yang akhirnya berhasil mengeluarkan dia. Sekarang badannya panas terus, sering muntah-muntah, kondisinya lemah. Saya cuma bisa nangis, nggak ada yang bantu sama sekali waktu itu,” tambahnya sambil menunjuk anaknya yang masih terlihat lemas.
Banjir yang merendam permukiman ini disebabkan oleh penyempitan aliran sungai Cinyompok Leuweng Gede. Galian dan saluran air di bagian belakang pemukiman tertutup material, sehingga air tidak bisa mengalir dengan lancar dan akhirnya meluap ke pemukiman warga. Luas wilayah yang terendam mencapai 5 hektar, dengan 6 rumah yang terkena dampak langsung dan 17 orang terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Selama ini, warga mengaku bahwa banjir sudah sering terjadi di wilayah tersebut, namun tidak pernah mendapatkan perhatian maupun bantuan yang berarti dari pihak manapun. “Kalau banjir bisa sehari semalam airnya nggak surut, tapi nggak ada yang nengokin apalagi kasih bantuan. Selama ini kami nggak pernah dapat apa-apa,” keluh Ibu Santi.
Ia pun menyampaikan harapan besar kepada pemerintah agar masalah ini segera ditangani secara serius. “Minta dibetulin Pak, tolonglah jalannya dan saluran airnya diperbaiki biar nggak banjir terus. Jangan sampai masyarakat kecil seperti kami terus tertekan dengan kondisi ini. Kami cuma butuh keadilan dan perhatian,” pintanya.
Merespons kejadian ini, Staf Desa Tenjo, Saefudin Jendol, yang melakukan peninjauan langsung menyampaikan bahwa bantuan akan segera disalurkan. “Insya Allah saya akan segera membantu. Pak Camat juga sudah menyiapkan segala kebutuhan untuk warga yang mengungsi. Alhamdulillah sampai saat ini belum ada laporan korban jiwa, meskipun banyak warga yang mengalami trauma dan kerugian materiil,” jelasnya.
Saat ini, warga yang mengungsi telah ditempatkan di tempat yang aman sambil menunggu penanganan lebih lanjut dari pemerintah terkait perbaikan saluran air dan penanganan banjir secara menyeluruh. Pungkasnya ***















