megaswaranews.com, Banten-Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Serang, Banten, menyebabkan banjir di sejumlah kawasan pertanian. Akibatnya, ribuan hektare sawah milik petani terendam, termasuk lahan padi yang telah memasuki masa panen. Dari total lahan terdampak, sekitar 220 hektare dilaporkan mengalami gagal panen atau puso.
Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Serang, tercatat sebanyak 1.091 hektare sawah yang siap panen terdampak banjir akibat curah hujan tinggi yang berlangsung beberapa hari terakhir. Dari jumlah tersebut, sekitar 442 hektare masih dapat diselamatkan setelah air berangsur surut, sementara 220 hektare dipastikan puso. Adapun sisa lahan lainnya hingga kini masih tergenang banjir.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Serang, Suhardjo, mengatakan pihaknya terus melakukan pendataan dan pemantauan di lapangan untuk meminimalkan kerugian petani.
“Sebagian lahan memang masih bisa diselamatkan setelah banjir surut, namun ada juga yang sudah tidak dapat dipanen karena terendam terlalu lama,” ujar Suhardjo.
Sebagai langkah penanganan, Pemerintah Kabupaten Serang telah mengusulkan bantuan benih padi kepada Pemerintah Provinsi Banten. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu petani melakukan tanam ulang serta menekan dampak kerugian akibat puso.
Suhardjo menambahkan, pihaknya masih memantau kondisi tanaman padi yang hingga kini terendam banjir. “Kami terus memonitor agar tidak terjadi tambahan lahan puso, sehingga kerugian petani bisa ditekan,” katanya.
Pemerintah daerah juga mengimbau petani untuk tetap berkoordinasi dengan petugas pertanian setempat dan waspada terhadap potensi cuaca ekstrem lanjutan yang masih berpeluang terjadi. (melan)




















