Berita Utama
300 Rumah di Pulau Tunda Kabupaten Serang Banten Segera Nikmati Listrik 24 Jam dari PLTS - 28/01/2026Diduga Tercemar Limbah, Ribuan Ikan di Setu Citongtut Gunung Putri Mati - 27/01/2026Pemerintah Perketat Pengawasan Udara, KLH Tutup Delapan Sumber Emisi Industri di Wilayah Jabodetabek - 23/01/2026Jelang Ramadhan, Seluruh Pemda Diminta Antisipasi Kenaikan Harga Bahan Pokok - 20/01/202618 Kecamatan Terendam Banjir, Pemkab Serang Tetapkan Status Tanggap Darurat - 20/01/2026
Senin, Februari 9, 2026
megaswaranews
  • Beranda
  • megaswara
    • All
    • Banten
    • Bogor
    • Cirebon
    • megapolitan
    • Peristiwa
    • Sukabumi
    • wisata
    • Yogyakarta
    60 Jenis Keris Dan Kujang Di Pamerkan Di Museum Pajajaran Bogor

    60 Jenis Keris Dan Kujang Di Pamerkan Di Museum Pajajaran Bogor

    BERSATHU dan Indosat Teken MoU, Dorong Transformasi Digital Industri Travel Haji & Umroh

    BERSATHU dan Indosat Teken MoU, Dorong Transformasi Digital Industri Travel Haji & Umroh

    Gerakan Menanam di Hulu Sungai Jadi Langkah Nyata Pemulihan DAS Ciliwung

    Gerakan Menanam di Hulu Sungai Jadi Langkah Nyata Pemulihan DAS Ciliwung

    Pemerintah Perketat Penegakan Hukum Lingkungan, Kepala Daerah Bisa Di Pidana Jika Abai

    Pemerintah Perketat Penegakan Hukum Lingkungan, Kepala Daerah Bisa Di Pidana Jika Abai

    Pasca Banjir, Ratusan Warga Kuranji Kecamatan Binuang Serang, terpaksa bertahan di tenda Pengungsian 

    Pasca Banjir, Ratusan Warga Kuranji Kecamatan Binuang Serang, terpaksa bertahan di tenda Pengungsian 

    Meriyati Hoegeng di Makamkan di Tajurhalang Bogor, Kapolri Hadiri Prosesi Pemakaman 

    Meriyati Hoegeng di Makamkan di Tajurhalang Bogor, Kapolri Hadiri Prosesi Pemakaman 

    Trending Tags

    • Bitcoin
    • Champions League
    • Explore Bali
    • Golden Globes 2018
    • Grammy Awards
    • Harbolnas
    • Bogor
    • Sukabumi
    • Serang
    • Kuningan
    • Kulonprogo
    • indramayu
    • Kotaperak
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
    Pemerintah Perketat Penegakan Hukum Lingkungan, Kepala Daerah Bisa Di Pidana Jika Abai

    Pemerintah Perketat Penegakan Hukum Lingkungan, Kepala Daerah Bisa Di Pidana Jika Abai

    Pilkada dipilih DPR

    Wacana Pilkada Melalui DPRD, Begini Tanggapan Pius Lustrilanang

    Anggota DPRD Kabupaten Bogor Lelang Barang Pribadi Bantu Korban Bencana Sumatera

    Anggota DPRD Kabupaten Bogor Lelang Barang Pribadi Bantu Korban Bencana Sumatera

    Presiden Trump Tangkap Paksa Presiden Venezuel

    Trump Tangkap Paksa Presiden Venezuela ! Begini Tanggapan Indonesia

    Indonesia Gawangi Sebagai Presiden Dewan HAM PBB

    Indonesia Gawangi Sebagai Presiden Dewan HAM PBB

    berita tentang KUHP baru

    Kodifikasi Kekuasaan : KUHP Baru dan Bayang-Bayang Negara Moral

    Trending Tags

    • Market Stories
    • Bitcoin
    • Litecoin
    • Harbolnas
    • United Stated
  • Otomotif
  • Bisnis
  • Pendidikan
No Result
View All Result
megaswaranews
  • Beranda
  • megaswara
    • All
    • Banten
    • Bogor
    • Cirebon
    • megapolitan
    • Peristiwa
    • Sukabumi
    • wisata
    • Yogyakarta
    60 Jenis Keris Dan Kujang Di Pamerkan Di Museum Pajajaran Bogor

    60 Jenis Keris Dan Kujang Di Pamerkan Di Museum Pajajaran Bogor

    BERSATHU dan Indosat Teken MoU, Dorong Transformasi Digital Industri Travel Haji & Umroh

    BERSATHU dan Indosat Teken MoU, Dorong Transformasi Digital Industri Travel Haji & Umroh

    Gerakan Menanam di Hulu Sungai Jadi Langkah Nyata Pemulihan DAS Ciliwung

    Gerakan Menanam di Hulu Sungai Jadi Langkah Nyata Pemulihan DAS Ciliwung

    Pemerintah Perketat Penegakan Hukum Lingkungan, Kepala Daerah Bisa Di Pidana Jika Abai

    Pemerintah Perketat Penegakan Hukum Lingkungan, Kepala Daerah Bisa Di Pidana Jika Abai

    Pasca Banjir, Ratusan Warga Kuranji Kecamatan Binuang Serang, terpaksa bertahan di tenda Pengungsian 

    Pasca Banjir, Ratusan Warga Kuranji Kecamatan Binuang Serang, terpaksa bertahan di tenda Pengungsian 

    Meriyati Hoegeng di Makamkan di Tajurhalang Bogor, Kapolri Hadiri Prosesi Pemakaman 

    Meriyati Hoegeng di Makamkan di Tajurhalang Bogor, Kapolri Hadiri Prosesi Pemakaman 

    Trending Tags

    • Bitcoin
    • Champions League
    • Explore Bali
    • Golden Globes 2018
    • Grammy Awards
    • Harbolnas
    • Bogor
    • Sukabumi
    • Serang
    • Kuningan
    • Kulonprogo
    • indramayu
    • Kotaperak
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
    Pemerintah Perketat Penegakan Hukum Lingkungan, Kepala Daerah Bisa Di Pidana Jika Abai

    Pemerintah Perketat Penegakan Hukum Lingkungan, Kepala Daerah Bisa Di Pidana Jika Abai

    Pilkada dipilih DPR

    Wacana Pilkada Melalui DPRD, Begini Tanggapan Pius Lustrilanang

    Anggota DPRD Kabupaten Bogor Lelang Barang Pribadi Bantu Korban Bencana Sumatera

    Anggota DPRD Kabupaten Bogor Lelang Barang Pribadi Bantu Korban Bencana Sumatera

    Presiden Trump Tangkap Paksa Presiden Venezuel

    Trump Tangkap Paksa Presiden Venezuela ! Begini Tanggapan Indonesia

    Indonesia Gawangi Sebagai Presiden Dewan HAM PBB

    Indonesia Gawangi Sebagai Presiden Dewan HAM PBB

    berita tentang KUHP baru

    Kodifikasi Kekuasaan : KUHP Baru dan Bayang-Bayang Negara Moral

    Trending Tags

    • Market Stories
    • Bitcoin
    • Litecoin
    • Harbolnas
    • United Stated
  • Otomotif
  • Bisnis
  • Pendidikan
No Result
View All Result
megaswaranews
  • Beranda
  • Streaming 100,8 FM megaswara
  • Hubungi Kami
  • mgstv
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • megaswara

Wacana Pilkada Melalui DPRD, Begini Tanggapan Pius Lustrilanang

Red by Red
14/01/2026
in Nasional, Politik
0
Pilkada dipilih DPR

Pilkada dipilih DPR

13
SHARES
71
VIEWS
Share on FacebookShare on WhatsappShare on TelegramShare on Email

megaswaranews.com – Jakarta – Perdebatan mengenai kemungkinan pengembalian Pilkada ke mekanisme tidak langsung melalui DPRD kembali mencuat dan segera memantik reaksi publik. Isu ini bukan sekadar soal prosedur elektoral, melainkan menyentuh pertanyaan yang lebih mendasar. Bagaimana relasi antara partisipasi warga dan kewenangan negara dipahami, dirumuskan, dan dijalankan dalam praktik demokrasi Indonesia kontemporer.

Baca Juga :

BERSATHU dan Indosat Teken MoU, Dorong Transformasi Digital Industri Travel Haji & Umroh

Pemerintah Perketat Penegakan Hukum Lingkungan, Kepala Daerah Bisa Di Pidana Jika Abai

Menteri Lingkungan Hidup Pimpin Aksi Bersih Bersih di Tangsel

Rakornas Sentul, Presiden Prabowo Soroti Persoalan Sampah

Seleksi Nasional Timnas Tenis U-14 di Ikuti Atlet Muda Dari Berbagai Daerah

Salah satu Aktivis Reformasi ’98, Pius Lustrilanang mengatakan dalam rilisnya bahwa, Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny JA yang dipublikasikan pada 7 Januari 2026 lalu, telah merilis hasil survei nasional yang langsung menjadi rujukan utama perdebatan.

Hasil survei menyebutkan angkanya tegas 66,1 persen responden menyatakan tidak setuju jika Pilkada dilakukan melalui DPRD. Hanya 28,6 persen yang menyatakan setuju, sementara sisanya tidak menjawab. Penolakan ini muncul hampir di semua segmen sosial, dengan intensitas paling tinggi di kalangan generasi muda, “ungkap Pius Lustrilanang.

Pius Lustrilanang
Pius Lustrilanang

Menurut Pius, rincian generasi memperlihatkan sinyal politik yang tidak bisa diabaikan. Sebanyak 84 persen Gen Z menolak, disusul 71,4 persen generasi milenial, 60 persen Gen X, dan 63 persen generasi baby boomer.

“Artinya, ini bukan penolakan sektoral atau emosional sesaat, melainkan kecenderungan lintas usia dengan tekanan terkuat datang dari generasi yang akan menjadi penentu arah demokrasi Indonesia ke depan, “bebernya.

Survei ini dilakukan terhadap 1.200 responden dengan metode multi-stage random sampling, margin of error ±2,9 persen, dan pengumpulan data pada Oktober 2025. Secara metodologis, temuan ini layak dibaca sebagai potret sikap publik yang relatif stabil, bukan sekadar opini spontan atau respons sesaat terhadap wacana politik jangka pendek.

Namun, alih-alih dibaca sebagai peringatan dini, hasil survei justru memicu respons defensif dari sebagian elite. Survei dianggap mengganggu kewenangan, disalahpahami sebagai tekanan politik, atau dikesampingkan karena dianggap tidak menentukan arah kebijakan, “imbuhnya.

Lanjut Pius Lustrilanang, disinilah persoalan sesungguhnya muncul bukan pada angka surveinya, melainkan pada cara kekuasaan memahami, memaknai, dan merespons konsep legitimasi itu sendiri.

Ia juga mengatakan dalam praktik politik, kerap muncul keyakinan bahwa selama kebijakan sah secara hukum, maka persoalan selesai. Undang-undang disahkan, prosedur dijalankan, lembaga bekerja. “Inilah yang dapat disebut sebagai ilusi legitimasi formal anggapan bahwa legalitas semata sudah cukup untuk menopang kekuasaan dan memastikan kepatuhan warga negara, “kata Pius.

Padahal, menurut Pius, sejak Max Weber menulis Economy and Society (1922), ilmu politik telah membedakan secara tegas antara kekuasaan yang sah dan kekuasaan yang diterima. Kekuasaan tidak hanya ditaati karena aturan, tetapi karena diyakini layak ditaati. Kepatuhan sosial lahir dari kepercayaan, pengakuan, dan rasa keadilan, bukan semata dari prosedur administratif yang bersifat formal.

Ilusi legitimasi formal muncul ketika penguasa merasa tidak lagi perlu mendengar suara publik karena kewenangan sudah aman secara konstitusional. Kritik dipandang sebagai gangguan stabilitas, penolakan dianggap ketidaktahuan, dan survei dibaca sebagai ancaman politik.

Padahal menurut Pius, “angka 66,1 persen penolakan bukan berarti publik sedang memveto konstitusi. Ia menunjukkan adanya jarak emosional dan moral antara kebijakan negara dan pengalaman warga sehari-hari yang mulai melebar, “katanya.

Ketika jarak ini diabaikan, negara memang tetap bisa memerintah. Namun kemampuannya untuk memimpin mengajak, meyakinkan, dan memperoleh persetujuan batin perlahan terkikis. Kekuasaan menjadi sah, tetapi kehilangan kehangatan politik, daya persuasi, dan legitimasi substantif di mata publik.

Kesalahan umum elite adalah membaca survei seolah publik sedang menilai kebijakan secara teknis dan rinci. “Padahal, survei opini publik lebih sering menangkap rasa keadilan, pengalaman historis, dan makna simbolik yang melekat pada sebuah kebijakan, “tuturnya.

Masih kata Pius, sejak Gabriel Almond dan Sidney Verba memperkenalkan konsep civic culture (1963), kita tahu bahwa sikap politik warga dibentuk oleh pengalaman kolektif dan memori sosial, bukan semata oleh argumentasi administratif negara.

Pius mengatakan, dalam konteks ini, frasa “Pilkada lewat DPRD” membawa beban makna yang kuat, jarak antara rakyat dan pengambil keputusan, dominasi elite politik, serta ingatan masa lalu ketika suara warga terasa jauh dari ruang kekuasaan. Penolakan publik bukanlah ekspresi ketidaktahuan teknis, melainkan reaksi normatif terhadap simbol kekuasaan dan arah relasi negara warga.

Fakta bahwa penolakan paling tinggi datang dari Gen Z memberi sinyal penting. Generasi ini tumbuh dengan pengalaman partisipasi digital yang intens dan terbuka. Bagi mereka, didengar bukan bonus, melainkan hak dasar. Ketika arah kebijakan dibaca sebagai penyempitan ruang itu, resistensi muncul secara spontan dan relatif seragam, “sebut Pius.

Sementara, dalam Between Facts and Norms (1992), Jürgen Habermas menegaskan bahwa legitimasi lahir ketika keputusan institusional bertemu penerimaan publik melalui komunikasi yang masuk akal. Ketika komunikasi gagal, legitimasi menyusut meskipun prosedur tetap sah. Di sinilah survei berfungsi sebagai alat ukur awal daya tahan legitimasi politik dan kualitas relasi antara negara dan warga.

Survei tidak pernah menjatuhkan kekuasaan. Yang sering melemahkan kekuasaan justru keyakinan bahwa prosedur sudah cukup sehingga suara publik tak lagi perlu didengar. Survei LSI seharusnya dibaca sebagai cermin. Apakah arah kebijakan masih dipahami sebagai jalan bersama, atau justru dirasakan sebagai kemunduran partisipasi. Kekuasaan yang matang tidak alergi pada cermin ia berani bercermin sebelum jarak dengan masyarakat menjadi terlalu jauh dan sulit dijembatani, “pungkasnya.

Tags: pemilu 2029pilkada 2024pilkada melalui DPRDpius lustrilanang
Previous Post

Pemkab Bogor Hentikan Sementara Pengolahan Sampah PT Aspex Kumbong ?

Next Post

Siaga Bencana Hidrometeorologi, BPBD DIY : Antisipasi Hingga Maret 2026

Red

Red

Next Post
Ilustrasi Photo Bencana Hidrometeorologi

Siaga Bencana Hidrometeorologi, BPBD DIY : Antisipasi Hingga Maret 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ayo Dengarkan Radio Megaswara

https://onlineradiobox.com/id/megaswarabogor/?cs=id.megaswarabogor&played=1&lang=en
TEI TEI TEI

Jangan Lewatkan

60 Jenis Keris Dan Kujang Di Pamerkan Di Museum Pajajaran Bogor
Bogor

60 Jenis Keris Dan Kujang Di Pamerkan Di Museum Pajajaran Bogor

08/02/2026
BERSATHU dan Indosat Teken MoU, Dorong Transformasi Digital Industri Travel Haji & Umroh
megapolitan

BERSATHU dan Indosat Teken MoU, Dorong Transformasi Digital Industri Travel Haji & Umroh

06/02/2026
Gerakan Menanam di Hulu Sungai Jadi Langkah Nyata Pemulihan DAS Ciliwung
Bogor

Gerakan Menanam di Hulu Sungai Jadi Langkah Nyata Pemulihan DAS Ciliwung

06/02/2026
Pemerintah Perketat Penegakan Hukum Lingkungan, Kepala Daerah Bisa Di Pidana Jika Abai
megapolitan

Pemerintah Perketat Penegakan Hukum Lingkungan, Kepala Daerah Bisa Di Pidana Jika Abai

05/02/2026
Pasca Banjir, Ratusan Warga Kuranji Kecamatan Binuang Serang, terpaksa bertahan di tenda Pengungsian 
Banten

Pasca Banjir, Ratusan Warga Kuranji Kecamatan Binuang Serang, terpaksa bertahan di tenda Pengungsian 

05/02/2026
Meriyati Hoegeng di Makamkan di Tajurhalang Bogor, Kapolri Hadiri Prosesi Pemakaman 
Bogor

Meriyati Hoegeng di Makamkan di Tajurhalang Bogor, Kapolri Hadiri Prosesi Pemakaman 

05/02/2026

Kategori

  • Bandung
  • Banten
  • Berita Utama
  • Bisnis
  • Bogor
  • Cirebon
  • Internasional
  • megapolitan
  • megaswara
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Serang
  • Sukabumi
  • wisata
  • Yogyakarta

Rekomendasi Baca

Politeknik ISTIKOM Bina Citra Informatika (BCI) Resmi Tutup Kampus Sukaraja, Seluruh Mahasiswa Pindah ke Kampus Utama Cicurug

Politeknik ISTIKOM Bina Citra Informatika (BCI) Resmi Tutup Kampus Sukaraja, Seluruh Mahasiswa Pindah ke Kampus Utama Cicurug

11/11/2025
435 Siswa SD Berkompetisi Wakil Kota Bogor

435 Siswa SD Berkompetisi Wakil Kota Bogor ke Jawa Barat Dalam Invitasi Ortrad

22/10/2025

logo megaswaranews

megaswaranews

logo megaswaranews

Portal berita megaswaranews.com merupakan jaringan berita radio megaswara network di 7 kota dan televisi lokal di 3 kota.
Digital News Media Network

  • Redaksi 
  • Hubungi Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Cyber

Berita Terbaru

  • 60 Jenis Keris Dan Kujang Di Pamerkan Di Museum Pajajaran Bogor 08/02/2026
  • BERSATHU dan Indosat Teken MoU, Dorong Transformasi Digital Industri Travel Haji & Umroh 06/02/2026
  • Gerakan Menanam di Hulu Sungai Jadi Langkah Nyata Pemulihan DAS Ciliwung 06/02/2026
  • Pemerintah Perketat Penegakan Hukum Lingkungan, Kepala Daerah Bisa Di Pidana Jika Abai 05/02/2026
  • Pasca Banjir, Ratusan Warga Kuranji Kecamatan Binuang Serang, terpaksa bertahan di tenda Pengungsian  05/02/2026

Recent News

60 Jenis Keris Dan Kujang Di Pamerkan Di Museum Pajajaran Bogor

60 Jenis Keris Dan Kujang Di Pamerkan Di Museum Pajajaran Bogor

08/02/2026
BERSATHU dan Indosat Teken MoU, Dorong Transformasi Digital Industri Travel Haji & Umroh

BERSATHU dan Indosat Teken MoU, Dorong Transformasi Digital Industri Travel Haji & Umroh

06/02/2026
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Cyber

© megaswaranews.com 2025 - All right reserved .

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Streaming 100,8 FM megaswara
  • Hubungi Kami
  • mgstv
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • megaswara

© megaswaranews.com 2025 - All right reserved .