megaswaranews.com, DRAMAGA – Pasca terjadinya tawuran pelajaran antar siswa 2 sekolahan di Jalan Lingkar Dramaga (JLD) jum’at malam hingga menelan korban jiwa,
‎Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor mendatangi sekolah Yafahi di Desa Neglasari, Kecamatan Dramaga.
‎
Kasie Kurikulum disdik kabupaten bogor, Muchlis,‎pihaknya telah melaksanakan silaturahmi dan berkoordinasi dengan pihak SMP Yafahi serta telah menerima penjelasan dan klarifikasi lengkap mengenai rangkaian peristiwa yang terjadi.
‎
‎” Alhamdulillah, kami sepakat bahwa apa yang telah terjadi adalah kenyataan, dan selanjutnya menjadi tanggung jawab pihak sekolah untuk menyusun serta melaksanakan berbagai langkah yang diperlukan ke depannya,” ujarnya.
‎
Sementara itu, untuk kelangsungan proses belajar mengajar saat ini diselenggarakan secara daring sebagai langkah sementara.
‎
Hal ini diambil karena masih ada kekhawatiran dari para orang tua terhadap keselamatan anak-anak. Namun pihak sekolah tetap merencanakan agar kegiatan ini dapat berjalan dengan baik sebagaimana mestinya.
‎
‎Selain itu, telah terjalin komunikasi dan pembahasan dari pihak sekolah dalam menyikapi situasi ini, dengan menyusun sejumlah langkah yang akan dijalankan bersama.
‎
‎”Dari sisi dinas pendidikan, hingga saat ini pihaknya belum mengambil langkah khusus, karena kami juga menjunjung tinggi dan memastikan terpenuhinya hak setiap anak untuk mendapatkan layanan pendidikan yang layak,” ungkapnya.
‎
‎Pihaknya terus melakukan koordinasi dengan pihak sekolah. Selama permasalahan ini dapat diselesaikan dengan cara yang baik, serta tercapai kesepakatan dan penyelesaian yang memuaskan antara pihak korban, pelaku, dan pihak sekolah. Pihaknya berpendapat bahwa proses penanganan ini akan segera selesai dengan baik.
‎‎
‎Sementara itu, Wakasek Kesiswaan SMP Yafahi Dramaga , Luki Rahman membenarkan ada siswanya yang terlibat insiden tawuran pelajaran hingga merenggut korban jiwa.
‎
‎Tentunya kejadian tersebut diluar pengawas sekolah. Pada waktu kejadiannya tersebut tidak ada kegiatan belajar mengajar dikarena ada pembagian rapot di sekolah . Selain itu. kejadiannya juga terjadi pada malam hari diluar jam sekolah .
‎
‎Hal tersebut juga disampaikan kepada Disdik Kabupaten Bogor saat kunjungan kesekolahan.
‎
‎”Informasinya ada tujuh siswa Yafahi yang diminta keterangan oleh pihak kepolisian. Rata-rata mereka kelas 9,” ujarnya.
‎
‎Ia mengungkapkan untuk siswa yang terlibat tawuran pelajaran pihak sekolah bakal memberikan sangsi tegas hingga dikeluarkan dari sekolah.
‎
‎Untuk pembinaan siswa di sekolah tentunya pihak sekolah kerap menjalan hal tersebut sesuai dengan Tatib di sekolah. Dari mulai pembinaan hingga bimbingan kerohanian siswa.
‎
‎
‎Selain itu, orangtua juga dibuatkan surat pernyataan bahwa ketika ada siswa yang melanggar aturan disekolah hingga terlibat tauran bakal diberikan sangai tegas.
‎
‎
‎”Saat ini masih dalam menyelidiki oleh pihak kepolisian. Jika siswa kita terbukti melakukan pelanggaran tentunya kita serahkan semuanya kepada pihak kepolisian ,” ungkapnya.














