megaswaranews.com, Jampang Tengah – Bencana longsor dan pergerakan tanah menerjang tujuh kampung di Desa Nanggerang, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Rabu (15/4/2026). Peristiwa ini mengakibatkan puluhan warga terdampak serta merusak lahan pertanian dan infrastruktur.
Data sementara mencatat, sebanyak 17 kepala keluarga atau 56 jiwa terdampak akibat bencana tersebut. Selain itu, longsor juga menggerus area persawahan, merusak saluran irigasi, serta memutus akses jalan lingkungan warga.
Rekaman video amatir milik warga dan petugas penanggulangan bencana memperlihatkan detik-detik longsoran dari lereng perbukitan yang meluncur dan menghantam area persawahan di Kampung Cijiwa, Desa Nanggerang.
Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Jampangtengah, Dadi Supriadi, mengatakan bahwa bencana ini berdampak cukup luas. Tercatat tujuh kampung mengalami dampak longsor disertai pergerakan tanah.
“Material longsoran memiliki panjang sekitar 50 meter, lebar 10 meter, dan tinggi mencapai 120 meter. Dampaknya, sekitar 2.000 meter persegi lahan sawah rusak dan membutuhkan perbaikan. Selain itu, sekitar 5 hektare sawah terancam kekeringan, serta tiga unit rumah berada dalam kondisi terancam tertimbun material longsor,” ujarnya.
Selain merusak lahan pertanian, satu unit mesin penggilingan padi juga dilaporkan berada dalam kondisi terancam terbawa longsor. Kerusakan infrastruktur lainnya meliputi saluran irigasi dan jalan lingkungan yang kini terputus.
Berdasarkan hasil asesmen awal, bencana ini dipicu oleh hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Sukabumi sejak pukul 14.00 hingga 17.30 WIB. Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan tanah menjadi labil dan memicu longsor serta pergerakan tanah di sejumlah titik.
Saat ini, petugas dari jajaran Kecamatan Jampangtengah masih terus melakukan pendataan serta asesmen lanjutan terkait dampak kerusakan. Evaluasi juga dilakukan untuk mengidentifikasi kebutuhan mendesak bagi warga terdampak, termasuk perbaikan fasilitas umum.
Pemerintah setempat mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat kondisi tanah yang masih labil serta cuaca yang masih berpotensi hujan di wilayah tersebut.
Reporter : Iqbal Salim















