megaswaranews.com, Bogor – Delegasi De Facto Authority (DFA) Afghanistan mengunjungi Desa Gunung Putri, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Rabu (11/2/2026), untuk mempelajari program Desa Bersinar (Bersih dari Narkoba) yang dinilai berhasil menekan angka penyalahgunaan narkoba melalui pendekatan berbasis masyarakat.
Rombongan yang dipimpin Hasbillah Ahmadi itu melihat langsung tahapan pencegahan, asesmen, rehabilitasi hingga peran agen pemulihan yang dibina BNN RI. Dalam sambutannya, Hasbillah menyebut persoalan narkoba sempat menjadi masalah serius di Afghanistan. Namun, melalui kebijakan pemerintah dan pendekatan berbasis nilai Islam serta kemanusiaan, para pengguna diidentifikasi dan diberikan treatment serta bantuan rehabilitasi.
Direktur Penguatan Lembaga Rehabilitasi Komponen Masyarakat BNN RI, Kombes Pol. Dr. Syamsul Bahar, M.Kes., mengatakan kunjungan tersebut merupakan bagian dari studi banding penanganan narkoba berbasis komunitas.
“Mereka tertarik karena di sini penanganannya tidak hanya melibatkan aparat, tetapi juga masyarakat. Ada intervensi berbasis komunitas, agen pemulihan, serta program berkelanjutan agar warga yang direhabilitasi bisa kembali produktif,” ujarnya.
Desa Gunung Putri dipilih karena dinilai sukses menjadi percontohan Desa Bersinar melalui kolaborasi pemerintah desa, BNN, tokoh masyarakat, dan relawan. BNN berharap model ini dapat direplikasi di lebih banyak desa, bahkan secara nasional.
Program Desa Bersinar merupakan inisiatif BNN untuk membangun ketahanan desa terhadap ancaman narkoba melalui pencegahan, rehabilitasi, dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan. (edi)





















