megaswaranews.com, Serang – Kasus Campak di Kabupaten Serang menunjukkan tren peningkatan. Berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan, tercatat sebanyak 157 balita berstatus suspek atau diduga terinfeksi.
Pemerintah Kabupaten Serang saat ini terus menggencarkan pemeriksaan kesehatan terhadap balita usia hingga 59 bulan sebagai langkah mitigasi penyebaran penyakit tersebut.
Dari hasil temuan di lapangan, ratusan balita yang masuk kategori suspek mengalami sejumlah gejala seperti demam, muncul ruam merah di kulit, batuk, pilek, hingga sesak napas.
Petugas kesehatan juga melakukan pengambilan sampel darah terhadap anak-anak yang menunjukkan gejala. Sampel tersebut kemudian dikirim ke laboratorium milik Kementerian Kesehatan di Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Sebagai upaya pencegahan, program imunisasi terus digalakkan di 29 kecamatan di Kabupaten Serang guna meningkatkan kekebalan tubuh anak terhadap virus campak.
Wakil Bupati Serang, Najib Hamas, mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap penyebaran penyakit ini dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat.
“Masyarakat Harus Menerapkan Pola Hidup Sehat, Karena Campak Ini Mudah Menular Dan Berisiko Menyebabkan Kematian, Terutama Pada Anak-Anak,” ujar Najib.
Pemerintah daerah berharap, melalui langkah deteksi dini dan peningkatan cakupan imunisasi, penyebaran campak dapat segera dikendalikan serta tidak menimbulkan dampak yang lebih luas di masyarakat (bilal)















