megaswaranews.com, Sukabumi – Peresmian dilakukan langsung oleh Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, dan turut dihadiri oleh Wakil Wali Kota serta sejumlah pejabat daerah lainnya. Bangunan ikonik ini digadang-gadang menjadi salah satu landmark baru Kota Sukabumi, Rabu (03/12).
Gapura tersebut dibangun menggunakan anggaran Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Sukabumi dengan nilai mencapai Rp1,997.417.809, atau hampir Rp2 miliar. Proyek tersebut, dikerjakan oleh CV Wikan dengan kontrak kerja hingga 17 November 2025. Sementara desain gapura disebut terinspirasi dari bentuk pohon Pakujajar, simbol sejarah Kota Sukabumi.
Meski secara visual bangunan gapura terlihat megah dan mewah, peresmian ini justru menuai sorotan dari masyarakat maupun warganet di media sosial. Banyak yang mempertanyakan efektivitas penggunaan anggaran daerah yang terbilang besar hanya untuk membangun sebuah gapura.
Rizal, seorang pengendara yang melintas di kawasan tersebut, menilai pembangunan gapura tidak dibarengi dengan perbaikan fasilitas dasar yang lebih mendesak. “Sayang kalau anggaran sebesar itu dihabiskan hanya untuk membangun gapuranya saja. Harusnya juga diperhatikan lampu penerangan jalan dan kondisi jalan berlubang di Kota Sukabumi yang masih banyak,” ujarnya.
Selain masalah prioritas anggaran, warga juga mengeluhkan ornamen lampu pada gapura yang dinilai terlalu silau, terutama pada malam hari. Lisa, warga Kelurahan Warudoyong, mengatakan bahwa pencahayaan berwarna biru atau ungu yang dipasang pada gapura justru mengganggu pandangan pengendara.
“Silau lampu biru atau ungunya itu. Jangan sampai demi estetika tapi malah membahayakan pengendara yang melintas. Harusnya ada kajian dulu sebelum pasang lampu seperti itu,” tegasnya.
Keluhan serupa juga ramai diunggah warganet yang menyoroti potensi bahaya pada pengguna jalan, khususnya di area dengan arus lalu lintas cukup padat seperti Lingkar Selatan.
Pembangunan gapura dengan anggaran hampir Rp2 miliar ini menambah daftar proyek berbiaya besar di Kota Sukabumi yang memunculkan pertanyaan publik mengenai skala prioritas anggaran. Meski menjadi landmark baru, warga berharap pemerintah tidak mengabaikan kebutuhan dasar seperti penerangan jalan umum (PJU), perbaikan jalan berlubang, serta infrastruktur keselamatan lainnya.
Dengan peresmian ini, pemerintah diharapkan dapat melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk memastikan ornamen lampu gapura tidak menimbulkan resiko kecelakaan dan menambah fasilitas pendukung di kawasan tersebut. (Ujang H)















