• Beranda
  • Bisnis
  • hastag
  • Hubungi Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Olahraga
    • Otomotif
  • Pedoman Media Cyber
  • Redaksi
Sabtu, Agustus 8, 2026
No Result
View All Result
  • Login
megaswaranews
  • Beranda
  • Nasional
  • Advertorial
  • Mancanegara
  • Politik
    Resna Oktaviana Nahkodai Hanura Sukabumi, Bidik Kebangkitan Partai Lewat Penguatan Kader dan Isu Kerakyatan

    Resna Oktaviana Nahkodai Hanura Sukabumi, Bidik Kebangkitan Partai Lewat Penguatan Kader dan Isu Kerakyatan

    Usai Gelar Ekspediai Bogor #3, Katua DPC Partai Demokrat, Kita Sasar Penambahan Kursi Di Semua Tingkatan Legislatif

    Usai Gelar Ekspediai Bogor #3, Katua DPC Partai Demokrat, Kita Sasar Penambahan Kursi Di Semua Tingkatan Legislatif

    Partai Demokrat Targetkan Menjadi Pemenang Pada Pemilu 2029

    Partai Demokrat Targetkan Menjadi Pemenang Pada Pemilu 2029

    Sastra Winara Ketua DPRD Kabupaten Bogor

    Ketua DPRD Sastra Winara Sebut Retret Jadi ajang Perkuat Sinergi Antar Pimpinan DPRD Di Seluruh Daerah

    Momentum Halal bihalal DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara Ungkap begini 

    Momentum Halal bihalal DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara Ungkap begini 

    Ketua DPRD Minta Usut Tuntas Dugaan Jual Beli Jabatan Di Lingkungan ASN Kabupaten Bogor

    Ketua DPRD Minta Usut Tuntas Dugaan Jual Beli Jabatan Di Lingkungan ASN Kabupaten Bogor

    Trending Tags

    • Market Stories
    • Bitcoin
    • Litecoin
    • Harbolnas
    • United Stated
  • Otomotif
  • Bisnis
  • Pendidikan
  • Beranda
  • Nasional
  • Advertorial
  • Mancanegara
  • Politik
    Resna Oktaviana Nahkodai Hanura Sukabumi, Bidik Kebangkitan Partai Lewat Penguatan Kader dan Isu Kerakyatan

    Resna Oktaviana Nahkodai Hanura Sukabumi, Bidik Kebangkitan Partai Lewat Penguatan Kader dan Isu Kerakyatan

    Usai Gelar Ekspediai Bogor #3, Katua DPC Partai Demokrat, Kita Sasar Penambahan Kursi Di Semua Tingkatan Legislatif

    Usai Gelar Ekspediai Bogor #3, Katua DPC Partai Demokrat, Kita Sasar Penambahan Kursi Di Semua Tingkatan Legislatif

    Partai Demokrat Targetkan Menjadi Pemenang Pada Pemilu 2029

    Partai Demokrat Targetkan Menjadi Pemenang Pada Pemilu 2029

    Sastra Winara Ketua DPRD Kabupaten Bogor

    Ketua DPRD Sastra Winara Sebut Retret Jadi ajang Perkuat Sinergi Antar Pimpinan DPRD Di Seluruh Daerah

    Momentum Halal bihalal DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara Ungkap begini 

    Momentum Halal bihalal DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara Ungkap begini 

    Ketua DPRD Minta Usut Tuntas Dugaan Jual Beli Jabatan Di Lingkungan ASN Kabupaten Bogor

    Ketua DPRD Minta Usut Tuntas Dugaan Jual Beli Jabatan Di Lingkungan ASN Kabupaten Bogor

    Trending Tags

    • Market Stories
    • Bitcoin
    • Litecoin
    • Harbolnas
    • United Stated
  • Otomotif
  • Bisnis
  • Pendidikan
No Result
View All Result
megaswaranews
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Advertorial
  • Mancanegara
  • Politik
  • Otomotif
  • Bisnis
  • Pendidikan

Mengenal Cikal Bakal Karaton Yogyakarta

Red by Red
08/01/2026
in Yogyakarta
0
Mengenal Cikal Bakal Karaton Yogyakarta

Mengenal Cikal Bakal Karaton Yogyakarta

12
SHARES
68
VIEWS
Share on FacebookShare on WhatsappShare on TelegramShare on Email

megaswaranews.com,  Sejarah mencatat bahwa pada akhir abad ke-16 terdapat sebuah kerajaan Islam di Jawa bagian tengah-selatan bernama Mataram.

Kerajaan ini berpusat di daerah Kota Gede (sebelah tenggara kota Yogyakarta saat ini), kemudian pindah ke Kerta, Plered, Kartasura dan Surakarta. Lambat laun, kewibawaan dan kedaulatan Mataram semakin terganggu akibat intervensi Kumpeni Belanda.

Baca Juga :

PBVSI Kulon Progo : Target Medali Porda 2027

Jalan Rusak Parah, Warga Sentolo Lor Usulkan Perbaikan

Pengajian PDHI DIY Jadi Momentum Penguatan Gerakan Wakaf, Bupati Tegaskan Komitmen Kulon Progo sebagai Kota Wakaf

Ratusan Guru RA/TK di Kulonprogo Dibekali Pemanfaatan AI untuk Pembelajaran

Gisela Renata, Atlet Muda Taekwondo Asal Kulonprogo Berkelas Internasional

Akibatnya timbul gerakan anti penjajah di bawah pimpinan Pangeran Mangkubumi yang mengobarkan perlawanan terhadap Kumpeni beserta beberapa tokoh lokal yang dapat dipengaruhi oleh Belanda seperti Patih Pringgalaya. Untuk mengakhiri perselisihan tersebut dicapai Perjanjian Giyanti atau Palihan Nagari, dilansir dari situs resmi kratonjogja, Rabu (7/1/2025).

Perjanjian Giyanti yang ditandatangani pada tanggal 13 Februari 1755 (Kemis Kliwon, 12 Rabingulakir 1680 TJ) menyatakan bahwa Kerajaan Mataram dibagi menjadi dua yaitu Kasunanan Surakarta Hadiningrat dan Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat.

Surakarta dipimpin oleh Susuhunan Paku Buwono III, sementara Ngayogyakarta atau lazim disebut Yogyakarta dipimpin oleh Pangeran Mangkubumi yang kemudian bergelar Sultan Hamengku Buwono I.

15 Februari 1755

Perjanjian Giyanti ini kemudian diikuti pula dengan pertemuan antara Sultan Yogyakarta dengan Sunan Surakarta di Lebak, Jatisari pada tanggal 15 Februari 1755. Dalam pertemuan ini dibahas mengenai peletakan dasar kebudayaan bagi masing-masing kerajaan.

Kesepakatan yang dikenal dengan nama Perjanjian Jatisari ini membahas tentang perbedaan identitas kedua wilayah yang sudah menjadi dua kerajaan yang berbeda.
Bahasan di dalam perjanjian ini meliputi tata cara berpakaian, adat istiadat, bahasa, gamelan, tari-tarian, dan lain-lain. Inti dari perjanjian ini kemudian adalah Sultan Hamengku Buwono I memilih untuk melanjutkan tradisi lama budaya Mataram.

Sementara itu, Sunan Pakubuwono III sepakat untuk memberikan modifikasi atau menciptakan bentuk budaya baru. Pertemuan Jatisari menjadi titik awal perkembangan budaya yang berbeda antara Yogyakarta dan Surakarta.

13 Maret 1755 – 7 Oktober 1756

Tanggal 13 Maret 1755 (Kemis Pon, 29 Jumadilawal 1680 TJ) adalah tanggal bersejarah untuk Kasultanan Yogyakarta. Pada tanggal inilah proklamasi atau Hadeging Nagari Ngayogyakarta Hadiningrat dikumandangkan. Selanjutnya, Sultan Hamengku Buwono I memulai pembangunan Keraton Yogyakarta pada tanggal 9 Oktober 1755.

Proses pembangunan berlangsung hingga hampir satu tahun. Selama proses pembangunan tersebut, Sri Sultan Hamengku Buwono I beserta keluarga tinggal di Pesanggrahan Ambar Ketawang.

Sri Sultan Hamengku Buwono I beserta keluarga dan para pengikutnya memasuki Keraton Yogyakarta pada tanggal 7 Oktober 1756 (Kemis Pahing, 13 Sura 1682 TJ). Dalam penanggalan Tahun Jawa (TJ), peristiwa ini ditandai dengan sengkalan memet: Dwi Naga Rasa Tunggal dan Dwi Naga Rasa Wani.

1812-1813

Seiring berjalannya waktu, wilayah Kasultanan Yogyakarta mengalami pasang surut. Utamanya terkait dengan pengaruh pemerintah kolonial baik Belanda maupun Inggris. Pada tanggal 20 Juni 1812, ketika Inggris berhasil menyerang dan memasuki keraton, Sultan Hamengku Buwono II dipaksa turun tahta.

Penggantinya, Sri Sultan Hamengku Buwono III dipaksa menyerahkan sebagian wilayahnya untuk diberikan kepada Pangeran Notokusumo (putera Hamengku Buwono I) yang diangkat oleh Inggris sebagai Adipati Paku Alam I.

Wilayah kekuasaan Kasultanan yang diberikan kepada Paku Alam I meliputi sebagian kecil di dalam Ibukota Negara dan sebagian besar di daerah Adikarto (Kulonprogo bagian selatan).

Daerah ini bersifat otonom, dan dapat diwariskan kepada keturunan Pangeran Notokusumo. Oleh karena itu, sejak 17 Maret 1813, Adipati Paku Alam I mendeklarasikan berdirinya Kadipaten Pakualaman.

17 Agustus – 5 September 1945

Perubahan besar berikutnya terjadi setelah lahirnya Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Raja Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono IX segera mengucapkan selamat atas berdirinya republik baru tersebut kepada para proklamator kemerdekaan.

Dukungan terhadap republik semakin penuh manakala Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Sri Paduka Paku Alam VIII mengeluarkan amanat pada tanggal 5 September 1945 yang menyatakan bahwa wilayahnya yang bersifat kerajaan adalah bagian dari Negara Republik Indonesia.

Menerima amanat tersebut maka Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Sukarno, menetapkan bahwa Sultan Hamengku Buwono dan Adipati Paku Alam merupakan dwi tunggal yang memegang kekuasaan atas Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Sempat terkatung-katung selama beberapa tahun, status keistimewaan tersebut semakin kuat setelah disahkannya Undang-Undang nomor 13 tahun 2012 tentang Keistimewaan DIY. Dengan demikian, diharapkan agar segala bentuk warisan budaya di Kasultanan Yogyakarta dan Kadipaten Pakualaman dapat terus dijaga dan dipertahankan kelestariannya.

Tags: keraton jogyaradio kotaperak
Previous Post

Kabupaten Bogor Kembali Targetkan Juara Umum Porprov Jabar 2026

Next Post

AS Klaim Libatkan Pesawat Buatan Indonesia Dalam Operasi Senyap di Venezuela ?

Red

Red

Next Post
Pesawat CN-235 buatan Indonesia

AS Klaim Libatkan Pesawat Buatan Indonesia Dalam Operasi Senyap di Venezuela ?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ayo Dengarkan Radio Megaswara

https://onlineradiobox.com/id/megaswarabogor/?cs=id.megaswarabogor&played=1&lang=en
TEI TEI TEI

Jangan Lewatkan

MTQ Tingkat Kecamatan Ciampea Digelar, 101 Peserta Dipersiapkan Jadi Utusan Ke Kabupaten Bogor
Bogor

MTQ Tingkat Kecamatan Ciampea Digelar, 101 Peserta Dipersiapkan Jadi Utusan Ke Kabupaten Bogor

08/08/2026
96
Ekspedisi Bogor Biru Ke-5 Di Pangradin, Gugah Kesadaran Tidak Buang Sampah Ke Sungai dan Bantu Sumur Bor
Advertorial

Ekspedisi Bogor Biru Ke-5 Di Pangradin, Gugah Kesadaran Tidak Buang Sampah Ke Sungai dan Bantu Sumur Bor

07/08/2026
56
Kebakaran Lahan Dua Hektare Nyaris Capai Permukiman
Bogor

Kebakaran Lahan Dua Hektare Nyaris Capai Permukiman

07/08/2026
52
Dugaan Keracunan Siswa, SPPG Terancam Sanksi Jika Lalai
Bogor

Dugaan Keracunan Siswa, SPPG Terancam Sanksi Jika Lalai

07/08/2026
52
Pemkab Bogor Resmikan Jalan H.M. Syurdi Rusuh Di Jonggol
Bogor

Pemkab Bogor Resmikan Jalan H.M. Syurdi Rusuh Di Jonggol

07/08/2026
51
Suami Di Sukabumi Laporkan Dugaan Perselingkuhan Istri Bersama Pria Lain
Sukabumi

Suami Di Sukabumi Laporkan Dugaan Perselingkuhan Istri Bersama Pria Lain

07/08/2026
53

Kategori

  • Advertorial
  • Bandung
  • Banten
  • Berita Utama
  • Bisnis
  • Bogor
  • Cirebon
  • Jawa Barat
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Kulon Progo
  • Lingkungan
  • Mancanegara
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sukabumi
  • wisata
  • Yogyakarta

Rekomendasi Baca

Ratusan Mahasiswa Nusa Putra Tolak UU TNI di Depan Gedung DPRD Kota Sukabumi

Ratusan Mahasiswa Nusa Putra Tolak UU TNI di Depan Gedung DPRD Kota Sukabumi

25/03/2025
74
, Struktur Jembatan Lama Pamuruyan Diperbaiki

Rawan Anjlok Akibat Tergerus Air Sungai, Struktur Jembatan Lama Pamuruyan Sukabumi Diperbaiki

05/12/2025
70

logo megaswaranews

megaswaranews

logo megaswaranews

Portal berita megaswaranews.com merupakan jaringan berita radio megaswara network di 7 kota dan televisi lokal di 3 kota.
Digital News Media Network

  • Redaksi 
  • Hubungi Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Cyber

Berita Terbaru

  • MTQ Tingkat Kecamatan Ciampea Digelar, 101 Peserta Dipersiapkan Jadi Utusan Ke Kabupaten Bogor 08/08/2026
  • Ekspedisi Bogor Biru Ke-5 Di Pangradin, Gugah Kesadaran Tidak Buang Sampah Ke Sungai dan Bantu Sumur Bor 07/08/2026
  • Kebakaran Lahan Dua Hektare Nyaris Capai Permukiman 07/08/2026
  • Dugaan Keracunan Siswa, SPPG Terancam Sanksi Jika Lalai 07/08/2026
  • Pemkab Bogor Resmikan Jalan H.M. Syurdi Rusuh Di Jonggol 07/08/2026

Recent News

MTQ Tingkat Kecamatan Ciampea Digelar, 101 Peserta Dipersiapkan Jadi Utusan Ke Kabupaten Bogor

MTQ Tingkat Kecamatan Ciampea Digelar, 101 Peserta Dipersiapkan Jadi Utusan Ke Kabupaten Bogor

08/08/2026
Ekspedisi Bogor Biru Ke-5 Di Pangradin, Gugah Kesadaran Tidak Buang Sampah Ke Sungai dan Bantu Sumur Bor

Ekspedisi Bogor Biru Ke-5 Di Pangradin, Gugah Kesadaran Tidak Buang Sampah Ke Sungai dan Bantu Sumur Bor

07/08/2026
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Cyber

© megaswaranews.com 2025 - All right reserved .

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Live mgstv
  • Live 100,8 FM Bogor
  • Live 96.0 FM Sukabumi
  • Live 91.4 FM Serang
  • LIve 89.8 FM Kuningan
  • Live 92.2 FM Indramayu
  • Live 93.8 FM Kulonprogo
  • Live 94.6 FM Yogyakarta
  • Hubungi Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi

© megaswaranews.com 2025 - All right reserved .

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In