megaswaranews.com., Kulon Progo –Â Kulon Progo kini menjadi wilayah dengan potensi perkembangan ekonomi yang sangat pesat berkat keberadaan Bandara Internasional Yogyakarta (YIA). Namun, kemajuan ini juga membawa risiko besar terkait mobilitas peredaran gelap narkotika.
Menyikapi kondisi yang ada,
Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DIY berencana membentuk Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kulon Progo.
Hal itu diungkapkan, Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DIY, Faried Zulkarnaen saat audiensi dengan jajaran Pemerintah Kabupaten Kulon Progo di Ruang Menoreh, Kompleks Pemkab Kulon Progo, Senin (20/4/2026)

Efek Bandara YIA, Badan Narkotika DIY Dorong Pembentukan BNNK Kulon Progo
Faried Zulkarnaen menyebut dari lima kabupaten/kota di DIY, tinggal Kulon Progo dan Gunungkidul yang belum memiliki BNNK.
“Dengan adanya bandara, kita harus waspada agar wilayah ini tidak menjadi pintu masuk narkoba,” tandas Faried.
Faried juga menyoroti fakta bahwa DIY menduduki peringkat tiga besar nasional dalam penyalahgunaan narkotika, dengan sasaran utama usia produktif dan pelajar. Bahkan, tren baru penggunaan vape (rokok elektrik) sebagai sarana konsumsi narkotika. Faried pun mendorong Pemkab untuk segera merumuskan regulasi atau larangan penggunaan vape di kalangan pelajar sebagai tindakan preventif.
“Sekitar 23% pengguna vape terdeteksi menggunakan cairan yang mengandung _etomidate_, sebuah turunan narkotika golongan 2,” terangnya.
Lebih lanjut Faried BNNP DIY mengusulkan pembentukan Unit Layanan P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika) sebagai langkah taktis jangka pendek sebelum BNNK resmi terbentuk.
Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko mengakui bahwa posisi Kulon Progo sebagai halaman depan Yogyakarta menjadikannya sangat rentan. Untuk itu, Pemkab Kulon Progo berkomitmen penuh mendukung langkah-langkah BNNP DIY memerangi peredaran dan penyalahgunaan narkoba.
“Dengan dibukanya bandara, peredaran narkoba menjadi ancaman nyata. Kami mendengar banyak penangkapan yang asal-muasalnya dari wilayah kami. Maka dari itu, kami mendukung penuh langkah BNNP demi menyongsong Indonesia Emas 2045,” tegas Ambar.
Reporter : Wuri














