megaswaranewa.com, DRAMAGA – Langkah nyata pemerintah pusat dalam menjaga ketahanan pangan nasional terus digulirkan melalui berbagai program strategis. Salah satunya adalah program pipanisasi dan irigasi perpompaan yang dicanangkan oleh Kementerian Pertanian, sebagai strategi penanganan air pada kondisi darurat hingga jangka menengah untuk mengairi lahan kering maupun sawah tadah hujan. Program ini mencakup tiga pilar utama yang terus dipercepat, yaitu irigasi perpipaan atau pipanisasi, irigasi perpompaan (IRPOM), serta optimalisasi lahan (OPLAH). Rabu (29/7)
Salah satu kelompok tani yang kini merasakan manfaat langsung dari program tersebut adalah Kelompok Tani Lestari Harapan Damai yang berkedudukan di Desa Sukadamai, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor. Kelompok tani ini resmi menerima bantuan pipanisasi dengan nilai mencapai 97 juta rupiah.
Ketua Kelompok Tani, Lestari Harapan Damai, M. Hasan Basri, menjelaskan bahwa bantuan tersebut akan difungsikan untuk menyalurkan aliran air dari sumber Irigasi Cibokor guna melayani kebutuhan pertanian warga. Sistem perpipaan yang dibangun akan membentang sepanjang 100 meter, sehingga aliran air dapat mengalir lebih lancar, efisien, dan menjangkau area pertanian yang sebelumnya sulit terjangkau.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas bantuan pipanisasi dari Kementerian Pertanian ini senilai 97 juta rupiah. Nantinya pipa ini akan menyalurkan aliran dari Irigasi Cibokor di Desa Sukadamai, sepanjang 100 meter. Harapannya, air bisa mengalir lebih lancar ke lahan pertanian kami tanpa banyak terbuang di perjalanan,” ujarnya
Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa dengan adanya sistem pipanisasi ini, efisiensi penggunaan air akan meningkat signifikan. Hal ini sangat krusial terutama saat memasuki musim kemarau, di mana ketersediaan air menjadi tantangan utama bagi para petani. Selain itu, pengaliran melalui pipa juga meminimalkan risiko kerusakan saluran akibat erosi maupun gangguan lingkungan sekitar.
Program pipanisasi dan irigasi perpompaan yang dijalankan Kementerian Pertanian memang dirancang khusus untuk menjawab permasalahan klasik pengairan di lahan kering dan sawah tadah hujan. Dengan memadukan tiga komponen utama, pipanisasi, IRPOM, dan OPLAH, pemerintah berupaya memastikan pasokan air tetap terjaga sepanjang tahun, sehingga produktivitas pertanian tidak terganggu oleh perubahan musim.
Kehadiran bantuan ini di Desa Sukadamai diharapkan menjadi momentum penguatan bagi para petani setempat. Tidak hanya mempermudah akses air, tetapi juga membuka peluang peningkatan hasil panen dan kesejahteraan petani. Sinergi antara pemerintah pusat dan kelompok tani di lapangan menjadi kunci keberhasilan program ini, di mana setiap tahapan pelaksanaan dapat dipantau perkembangannya melalui jalur resmi yang ditetapkan oleh Kementerian Pertanian.
Para petani berharap, ke depannya program serupa dapat terus berlanjut dan diperluas ke wilayah lain yang masih membutuhkan perbaikan infrastruktur pengairan, sehingga ketahanan pangan di tingkat desa dapat semakin kokoh dan berkelanjutan. (manabd)














