megaswaranews.com, DRAMAGA – Menyambut HJB Ke-544 dan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pemerintah Kecamatan Dramaga secara khusus menentukan lokasi kegiatan Aksi Bersih Sungai Serentak di wilayah Desa Ciherang, tepatnya di aliran Sungai Ciapus. Keputusan ini ternyata bukan tanpa alasan, melainkan mengacu pada arahan resmi sekaligus pertimbangan kondisi geografis yang krusial. Jum’at (05/6/2026)
Sekretaris Kecamatan Dramaga, Ine Handayani, Pemilihan lokasi ini merupakan pelaksanaan langsung dari surat edaran dan petunjuk teknis yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor, yang memang menunjuk Sungai Ciapus sebagai salah satu titik utama kegiatan.
“Kenapa kami memilih Desa Ciherang di Sungai Ciapus ini? Salah satu alasannya karena memang sesuai dengan tugas dan surat edaran dari Kabupaten Bogor yang sudah menentukan di wilayah Sungai Ciapus ini,” ungkapnya
Warga dan Kepala Desa serta pemerintah kecamatan dramaga bahu membahu dalam Aksi bersih sungai serentak sungai ciapus.(foto: manabd)
Lebih jauh, secara geografis Sungai Ciapus membentang cukup panjang dan memiliki banyak titik aliran. Namun, titik di Desa Ciherang dipilih karena memiliki posisi yang sangat strategis, yaitu menjadi titik temu atau pertemuan dari berbagai anak sungai yang lebih kecil di wilayah sekitarnya.
“Sebetulnya Sungai Ciapus itu ada di banyak titik, tetapi kami memilih di sini karena ini adalah pertemuan dari beberapa kali atau sungai-sungai kecil. Jika cuaca cerah seperti sekarang, tempat ini terlihat nyaman dan tenang. Namun kondisinya akan berubah drastis saat musim hujan tiba,” jelasnya.
Kondisi ini menimbulkan potensi ancaman nyata bagi masyarakat. Saat hujan turun deras di wilayah hulu, seluruh aliran air akan bermuara dan berkumpul di titik ini dalam jumlah besar. Akibatnya, debit air sungai sering kali meluap karena tidak sanggup menampung volume air yang masuk secara bersamaan.
“Kalau sudah hujan di hulu sana, airnya akan mengalir dan berkumpul ke sini, akhirnya air meluap. Kadang sungai tidak sanggup menampung intensitas air yang begitu banyak, sehingga beberapa titik di sekitar wilayah ini menjadi daerah rawan dan sering terdampak banjir,” tambahnya.

Tumpukan sampah dari sungai ciapus diangkut dalam satu titik (foto:manabd)
Selain untuk menanggulangi risiko bencana, kegiatan ini juga memiliki misi jangka panjang yang melibatkan peran serta seluruh masyarakat, 10 Desa Se-Kecamatan Dramaga,.TP PKK Kecamatan Dan Desa, Ipsm,OKP,Linmas,.Upt Dlh serta puskesmas. Pemerintah berharap kegiatan bersih-bersih ini tidak hanya menjadi seremonial semata yang sekadar memenuhi kewajiban tugas, tetapi mampu menumbuhkan kesadaran kolektif.
“Kami melibatkan masyarakat dalam kegiatan ini dengan satu harapan besar. Kegiatan ini jangan hanya dianggap sebagai sesuatu yang harus dikerjakan karena perintah, melainkan harus tumbuh rasa kepedulian dari hati masyarakat sekitar. Agar ke depannya kita tidak lagi membuang sampah sembarangan ke sungai, dan mulai memahami cara mengolah sampah dengan baik dan benar demi lingkungan yang aman dan lestari,” pungkasnya.***















