megaswaranews.com, Sukabumi — Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) tahun 2026 di sukabumi berlangsung lebih tenang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sejumlah serikat pekerja memilih mengisi momentum ini dengan kegiatan santai dan dialog bersama pemerintah daerah, tanpa melakukan aksi turun ke jalan.
Suasana peringatan hari buruh di kabupaten Sukabumi tahun ini terlihat berbeda. Tidak ada aksi demonstrasi besar, melainkan kegiatan yang lebih humanis dan komunikatif.
Pada aksi kali ini, salah satu organisasi buruh, Sarikat Buruh Muslim Indonesia (Sarbumusi) memilih menggelar kegiatan santai yang diisi dengan dialog bersama pemerintah daerah di salah satu sarana rekreasi yang ada di wilayah kota Sukabumi.
Wakil Bupati Sukabumi, Andreas dalam hal ini menyambut positif pendekatan tersebut. Menurutnya, suasana Non-formal justru memberikan ruang lebih terbuka bagi buruh untuk menyampaikan aspirasi.
Dalam dialog tersebut, berbagai isu ketenagakerjaan mengemuka, mulai dari kondisi lapangan kerja hingga tantangan yang dihadapi pekerja di tengah dinamika ekonomi.
Pemerintah Daerah (Pemda) mencatat seluruh masukan tersebut sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan kebijakan ke depan.
Wakil Bupati juga menegaskan, peran buruh sangat penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. oleh karena itu, stabilitas menjadi kunci agar investasi tetap tumbuh dan mampu menyerap tenaga kerja.
Pemerintah daerah terus berupaya membuka peluang kerja baru melalui berbagai sektor, termasuk industri dan perkebunan, “katanya.
Sementara itu, Ketua Sarbumusi kabupaten Sukabumi, Usman Abdul Fakih menegaskan bahwa konsep kegiatan yang lebih santai tidak mengurangi semangat perjuangan buruh. Menurutnya, perjuangan hak pekerja tetap dilakukan secara konsisten melalui jalur administratif dan hukum, namun dengan suasana yang lebih kondusif.
“Sarbumusi kabupaten Sukabumi memang di May Day kali ini membuat acara yang agak sedikit berbeda dan kami berharap kita untuk memahami sedikit kondisi soal perekonomian bahwa saat ini kita sedang tidak baik-baik saja, “ujarnya.
Lanjut Usman mengatakan, bahwa bukan dipersoalan buruk tapi pengusaha juga dan bukan kita mau melemahkan atau memundurkan gerakan-gerakan buruh atau tidak responsif terhadap gerakan buruh yang lain tapi kita coba istirahat sejenak.
Peringatan hari buruh di sukabumi tahun ini menunjukkan pendekatan baru yang lebih dialogis dan kolaboratif. Diharapkan, komunikasi yang terbangun antara buruh dan pemerintah dapat menciptakan kebijakan yang lebih adil serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. (Sofwan Zulfikar)














