megaswaranews.com, DRAMAGA– Program ketahanan pangan Desa Naglasari Kecamatan Dramaga Kabupaten Bogor, kembali membuahkan hasil dengan dilaksanakannya panen ayam potong periode kedua. Meskipun sempat mengalami kendala akibat perubahan cuaca yang ekstrem, total produksi diperkirakan masih mampu menembus lebih dari 12 ton. Sabtu (02/05)
“Dan penjarangan itu saat ayam telah memasuki usia 31 hari memiliki bobot rata – rata 1,7 kilogram, dan yang sudah diangkat sebanyak 2.900 ekor menghasilkan kira – kira 2,7 ton,” ujarnya.
Sakija Pengelola BumDes Citra Wangi, Dalam kegiatan panen ini, pihak pengelola mengakui adanya tantangan signifikan terkait kondisi alam. “Yang kebetulan sekarang masalah cuaca, ini terkendala oleh cuaca yang kalau siang panas, kalau sore langsung cuaca dingin. Jadi kebanyakan perkembangannya kurang, biasanya suka ada penyakit’ gitu,” ungkap Sakija
Kondisi cuaca yang tidak menentu ini berdampak langsung pada tingkat kematian unggas. Dijelaskan bahwa pada puncaknya, angka kematian bisa mencapai 35 ekor per hari. “Kalau cuaca lagi panas, tingkat kematiannya kemarin tuh pertama datang penyakit begini bisa 35 ekor per hari,” tambahnya.
“Secara keseluruhan, hingga hari panen, total kematian yang tercatat dalam laporan harian mencapai sekitar 900 ekor.” sebutnya.
Meski mengalami kendala, hasil panen periode ini dinilai masih cukup baik. Ayam yang dipelihara merupakan jenis kontrak dengan perusahaan, di mana harga jualnya ditentukan berdasarkan kesepakatan.
“Kalau kontrak sama PT itu per kilonya jatuh kena 23 ribuan,” jelasnya.
Untuk total tonase, diperkirakan panen kali ini menghasilkan lebih dari 12 ton. “Kira-kira kurang lebihnya, entar kalau sampai habis ini mungkin 12 ton lebih, kalau lagi bagus. Kalau lagi cuaca begini tergantung Pak,” tambahnya.
Usai kegiatan panen selesai, pihak pengelola akan segera melakukan persiapan untuk periode berikutnya. Proses pembersihan kandang menjadi prioritas agar kesehatan unggas selanjutnya tetap terjaga.
“Paska panen biasanya kita narik sekam dulu buat bersihkan kandang dulu. Udah bersih semua baru tabur sekam lagi, baru siap ditabur lagi,” pungkasnya. Hal ini menandakan bahwa program budidaya ayam potong ini akan terus berlanjut dan berkelanjutan.














