megaswaranews.com, Sukabumi — Kondisi pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Elpiji bersubsidi di wilayah Sukabumi dipastikan tetap aman dan stabil. Masyarakat diminta tidak panik meskipun terdapat dinamika pasokan energi di tingkat global.
Ketersediaan BBM dan Elpiji di Sukabumi hingga saat ini masih terjaga dengan baik, meskipun dunia sedang menghadapi dinamika pasokan energi, terutama di kawasan Internasional.
Pada isu global seperti yang terjadi di kawasan Selat Hormuz, memang memberi dampak terhadap distribusi energi Internasional. Namun, kondisi tersebut belum memberikan dampak signifikan terhadap distribusi energi di tingkat daerah.
Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Sukabumi, H. Eten Rustandi menyebutkan bahwa stok dalam bentuk BBM maupun Elpiji 3 kilogram masih mencukupi dan diperkirakan tetap aman dalam waktu ke depan.
Ia menyebutkan bahwa untuk keterlambatan distribusi jika terjadi, umumnya hanya bersifat sementara dan disebabkan oleh kendala teknis, seperti proses pemindahan dari kapal tanker ke fasilitas penyimpanan.
Selain itu, masyarakat juga diingatkan agar tidak melakukan penimbunan atau praktik ilegal yang dapat merugikan banyak pihak, “ujar Eten.
Di sisi lain, menurut Eten, penyesuaian harga terjadi pada BBM dan Elpiji non-subsidi, serta Elpiji ukuran 5 kilogram,15 kilogram dan 50 kilogram. Sementara itu, untuk BBM dan Elpiji bersubsidi dipastikan tidak mengalami perubahan harga dan tetap tersedia bagi masyarakat.
“Saya yakinkan kepada masyarakat bahwa untuk saat ini, untuk indonesia mungkin terutama di wilayah jawa barat, Alhamdulillah masyarakat agar bersikap bijak dalam pemakaian energi, baik BBM maupun Elpiji, “imbuhnya.
Dengan kondisi pasokan yang masih terjaga, masyarakat diharapkan tetap tenang dan bijak dalam menggunakan energi, serta mendukung distribusi yang merata dan tepat sasaran. (Sofwan Zulfikar)














