megaswaranews.com, JAMBI – Didampingi gubernur Jambi Al Haris bersama Wali Kota Jambi Maulana, Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, meninjau pembangunan Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Talang Gulo, Sabtu (11/4/2026).
Hanif menyebut TPA Talang Gulo sebagai salah satu yang terbaik di Indonesia. Ia bahkan membandingkannya dengan beberapa daerah lain seperti Malang dan Balikpapan, dan menilai Jambi mampu melampaui keduanya dalam hal pengelolaan TPA.
“Saya sudah berkeliling ke banyak TPA di Indonesia, dan TPA Talang Gulo ini termasuk yang paling baik dari segi desain dan operasionalnya” ujar Hanif
Hanif berharap jambi bisa meraih penghargaan Adipura pada 2026. Ia menilai volume sampah harian yang sekitar 600 ton masih cukup terkendali untuk mencapai target tersebut.
“Jambi ini keunggulannya ada di TPA, tinggal bagaimana penguatan di hulu. Ini menjadi tenaga dorong kita bersama untuk menyelesaikan persoalan sampah,” katanya.
Selain itu, Hanif menegaskan pembangunan PSEL merupakan bagian dari program nasional yang dijalankan atas arahan presiden Prabowo Subianto ia memastikan Jambi masuk dalam 33 kawasan aglomerasi prioritas untuk proyek tersebut.
“Untuk Jambi, penandatanganan MoU akan dilakukan dalam waktu dekat. Kesiapan lahannya sangat baik, sehingga ini menjadi keunggulan tersendiri,” jelasnya.
Hanif meminta pemerintah daerah tetap bergerak dan tidak menunggu proyek selesai, terutama dalam memperkuat pengelolaan sampah dari sumber.
Lebih lanjut, Hanif menegaskan pemerintah menargetkan penghentian praktik open dumping secara nasional pada 2026. Ia meminta seluruh daerah segera berbenah sebelum batas waktu Agustus 2026, karena pemerintah akan mulai melakukan penegakan hukum setelahnya.
“Setelah Agustus, kami akan melakukan pendekatan penegakan hukum terhadap praktik open dumping,” tegasnya.
Sementara itu, Gubernur Jambi Al Haris menyatakan kesiapan daerah untuk mendukung pembangunan PSEL di Talang Gulo. Ia optimistis proyek waste to energy dapat segera terwujud di wilayahnya.
“Alhamdulillah, ini menjadi kebahagiaan bagi kami. Insyaallah Jambi akan membangun waste to energy di lokasi ini,” imbuhnya
Di sisi lain, Wali Kota Jambi Maulana memperkuat komitmen pengelolaan sampah dari hulu melalui program berbasis masyarakat.
Ia menjelaskan, pemerintah kota akan menjalankan program “Kampung Bahagia” dengan mengalokasikan dana Rp100 juta per RT. Program ini mendorong pengelolaan sampah rumah tangga, termasuk peningkatan layanan pengangkutan menggunakan bentor yang dikelola warga.
Maulana menargetkan seluruh sampah rumah tangga dapat terangkut 100 persen tanpa ada lagi praktik pembakaran atau pembuangan sembarangan.
Selain itu, pemerintah kota akan menertibkan tempat pembuangan sampah liar dan menerapkan sanksi tegas sesuai peraturan daerah, dengan denda maksimal hingga Rp20 juta.
Untuk sektor usaha, pemerintah juga akan menerapkan sistem retribusi langsung melalui Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di TPA Talang Gulo guna memperkuat pengelolaan sampah secara menyeluruh.















