megaswaranews com, Bogor – Sejumlah guru besar IPB University memaparkan inovasi teknologi lintas bidang untuk mendukung pertanian regeneratif, akuakultur sehat, kebijakan berbasis data, dan ekonomi sirkular berkelanjutan. Guru Besar Fakultas Pertanian IPB, Prof. Dr. Ir. Suwardi, menyoroti potensi besar lahan marginal yang mencapai 82% daratan Indonesia. “dengan teknologi tanah seperti kompos, kapur, biochar, humat, dan zeolit, produktivitas lahan dapat meningkat signifikan. Inovasi pupuk Controlled Release Fertilizer dan media tanam zeoponik terbukti menghemat air dan meningkatkan hasil panen. Keberhasilan sudah terlihat di lahan sulfat masam, gambut, hingga bekas tambang”, tuturnya saat melakukan apparan pra orasi pada kamis 14/08/25.
Dari bidang perikanan, Prof. Dr. Munti Yuhana memperkenalkan mikrokapsul sinbiotik sebagai strategi pencegahan penyakit pada ikan dan udang. “Teknologi mikroenkapsulasi menjaga viabilitas probiotik, meningkatkan imun organisme, menekan patogen, dan terbukti meningkatkan sintasan udang vaname di tambak”, jelasnya.
Di sisi analisis kebijakan, Prof. Dr. I Made Sumertajaya mengembangkan metode biclustering dan timeseries clustering untuk memetakan potensi dan kerentanan wilayah secara presisi. “Teknologi ini mampu memprediksi tren harga pangan, memetakan potensi perikanan, dan memberi dasar kuat bagi kebijakan logistik nasional”, lengkapnya.
Sementara itu, Prof. Dr. Eka Intan Kumala Putri mendorong penerapan ekonomi sirkular sebagai strategi pengelolaan sumber daya berkelanjutan. Ia merekomendasikan regulasi berbasis sirkularitas, integrasi dalam perencanaan pembangunan, penguatan inovasi teknologi, literasi publik, dan kolaborasi multipihak.
IPB menegaskan, sinergi inovasi teknologi tanah, akuakultur, analisis data, dan ekonomi sirkular menjadi kunci menghadapi tantangan pangan, lingkungan, dan iklim, sekaligus mewujudkan Indonesia yang mandiri, maju, dan lestari. (Dju)















