megaswaranews.com — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperbarui data dampak gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Hingga Jumat pagi, 21 Agustus 2026 pukul 05.00 WIB, jumlah korban meninggal dunia mencapai 78 orang, meningkat tiga jiwa dibandingkan data sehari sebelumnya.
Data Resmi BNPB Per 20 Agustus 2026 :
– Meninggal dunia: 78 orang
– Luka-luka: 953 orang
– Mengungsi: 95.831 jiwa
– Rumah rusak: 36.163 unit
– Sekolah rusak: 502 unit
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyatakan jumlah pengungsi terus meningkat seiring berlanjutnya gempa susulan. “Pengungsi bertambah 3.135 jiwa dalam satu hari terakhir,” ungkap Berton. Kabupaten Nagekeo mencatat jumlah pengungsi terbanyak, diikuti Manggarai dan Sikka.
BMKG : 4.256 Gempa Susulan, Dirasakan 118 Kali
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat 4.256 kali gempa susulan hingga Jumat pagi, 21 Agustus 2026 pukul 05.00 WIB. Rinciannya:
– Magnitudo di atas 5,0: 31 kali
– Gempa susulan terbesar: M 6,2
– Yang dirasakan masyarakat: 118 kali
BMKG memperingatkan aktivitas gempa susulan diperkirakan masih akan berlangsung hingga 4 minggu ke depan, dan meminta masyarakat tetap waspada .
Tindakan Penanggulangan
Pemerintah telah mengerahkan tim medis, personel SAR, serta bantuan logistik dan tenda darurat ke lokasi terdampak. Wapres Gibran Rakabuming Raka juga telah meninjau langsung posko pengungsian di NTT. (Lison)
Sumber : (BNPB dan BMKG)















