megaswaranews.com, Leuwiliang – Gedung eks Kantor Pelayanan Pemerintahan Kecamatan Leuwiliang yang sempat terbengkalai selama hampir dua tahun kini kembali hidup. Bangunan yang sebelumnya dipenuhi rumput ilalang usai digunakan Kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) itu, kini tengah direnovasi dan dipersiapkan menjadi pusat pelayanan Samsat dan pajak daerah Bappenda.
Pantauan di lokasi, bangunan yang berada di kompleks perkantoran pemerintah Kecamatan Leuwiliang tersebut terlihat tengah direhabilitasi. Plang bertuliskan Samsat Pembantu Kabupaten Bogor sudah terpasang di bagian atas pintu masuk gedung, menandai fungsi barunya sebagai pusat pelayanan pajak kendaraan bermotor bagi masyarakat.
Rencananya, gedung di sebelahnya juga akan dimanfaatkan sebagai Kantor Pelayanan Pajak Bappenda. Camat Leuwiliang, WR Pliatawan, mengatakan pemanfaatan kembali gedung tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan produktivitas aset milik daerah, khususnya bangunan perkantoran.
“Dalam rangka produktivitas gedung-gedung milik pemerintah, kebutuhan infrastruktur kantor juga harus kita siapkan,” ujar Pliatawan saat ditemui di ruang kerjanya.Rabu (24/12/2025)
Ia menjelaskan, gedung eks Kantor Kecamatan Leuwiliang sebelumnya sempat dipinjamkan oleh Pemerintah Daerah kepada BPN. Namun karena belum ada penetapan dari kementerian terkait, penggunaan gedung tersebut tidak berlanjut dan akhirnya dikembalikan ke Pemda.
“Karena tidak dilanjutkan pemakaiannya, gedung itu dikembalikan ke pemerintah daerah. Sekarang kita manfaatkan untuk pelayanan perkantoran UPT pajak, yakni Bappenda dan Samsat,” jelasnya.
Untuk sementara, gedung tersebut dialokasikan untuk dua layanan utama, yaitu pelayanan pajak kendaraan bermotor melalui Samsat serta pajak daerah oleh Bappenda.
Soal cakupan wilayah kerja masing-masing layanan, Pliatawan menyebut hal itu bisa ditanyakan langsung ke instansi yang berwenang.
Lebih jauh, Pliatawan menuturkan bahwa Kecamatan Leuwiliang tengah diarahkan menjadi satu kompleks pelayanan masyarakat. Selain kantor kecamatan, di gedung itu tersebut juga telah disiapkan ruang untuk UPT Pelayanan Dukcapil.
“Di sini ada kantor kecamatan, ada UPT Dukcapil, kemudian Samsat dan Bappenda juga berada dalam satu kompleks nantinya. Jadi masyarakat lebih mudah mengurus semuanya,” katanya.
Ia bahkan berharap ke depan seluruh layanan bisa benar-benar terpusat di satu area. “Kalau masih ada lahan, saya ingin UPT Dukcapil juga sepenuhnya ada di sini,” tambahnya.
Jadi kata dia, untuk tahun 2025 ini, rehabilitasi gedung Samsat telah dilaksanakan. Sementara itu, gedung Bappenda yang berada di sebelahnya direncanakan akan direnovasi atau disesuaikan dengan kebutuhan pelayanan di tahu yang akan datang.
“Mudah-mudahan tahun 2026 sudah bisa beroperasi,” pungkasnya.* (mande)





















