megaswaranews.com, Bogor-Aksi demonstrasi besar-besaran yang terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia, berdampak pada dunia pendidikan. Pemerintah Provinsi Jawa Barat memutuskan meliburkan kegiatan belajar mengajar tatap muka, dan menggantinya dengan sistem pembelajaran daring sejak Senin (1/9).
Sementara itu, Di Kabupaten dan Kota Bogor, sejumlah sekolah terpaksa menghentikan aktivitas belajar di kelas. Siswa diarahkan belajar dari rumah guna menghindari potensi dampak langsung dari gelombang aksi yang berlangsung sejak 28 Agustus lalu.
Sekolah yang terdampak antara lain Madrasah Ibtidaiyah Al Bayyinah, SMP PGRI 14, beberapa taman kanak-kanak, serta tiga sekolah dasar negeri di wilayah Margajaya.
Ketua Yayasan Al Bayyinah, Budi Hartadi, mengungkapkan kekhawatiran pihak sekolah terhadap keberlangsungan sistem daring. Ia berharap situasi segera kondusif sehingga pembelajaran tatap muka bisa kembali normal.
“Belajar daring ini membuat kami khawatir. Kami berharap kondisi negara segera pulih agar anak-anak bisa kembali ke sekolah,” ujarnya.
Pantauan di lapangan menunjukkan ruang-ruang kelas di sejumlah sekolah tampak sepi dalam dua hari terakhir, seiring kebijakan belajar dari rumah yang diterapkan pemerintah daerah. (mande)





















