megaswaranews.com, TAMANSARI – Menyemarakkan rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Bogor yang ke-544, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Tamansari secara khidmat menghadiri prosesi adat pengambilan air dari Sumur Jalatunda dan pengambilan tanah dari kawasan Situs Pasir Eurih. Kegiatan yang sarat makna sejarah dan budaya ini dilaksanakan di Desa Pasir Eurih, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, pada Kamis (18/6/2026).
Prosesi ini merupakan bagian penting dari tradisi tahunan yang telah dijalankan, di mana setiap wilayah di Kabupaten Bogor diminta menyerahkan dua unsur alam yang dianggap sakral dan penuh makna, yaitu air dan tanah. Unsur-unsur tersebut nantinya akan dibawa dalam helaran budaya puncak peringatan Hari Jadi Bogor dan disatukan di Alun-Alun Kabupaten Bogor sebagai lambang persatuan, keberagaman, dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat dari hulu hingga hilir.
Sumur Jalatunda yang menjadi sumber air dalam prosesi ini bukan sekadar sumber mata air biasa. Bagi masyarakat Kecamatan Tamansari, sumur ini memiliki nilai sejarah yang tinggi, dipercaya telah ada sejak zaman dahulu dan menjadi saksi bisu perjalanan kehidupan masyarakat setempat. Air yang diambil melambangkan sumber kehidupan, kesuburan, serta harapan agar Kabupaten Bogor senantiasa diberkahi kesejahteraan dan kelancaran dalam setiap langkah pembangunannya.
Sementara itu, tanah yang diambil berasal dari kawasan Situs Pasir Eurih, sebuah lokasi yang menyimpan jejak peradaban dan peninggalan leluhur yang sangat berharga. Tanah ini dipilih sebagai representasi akar sejarah, identitas asli, dan kearifan lokal yang telah diwariskan turun-temurun. Setiap butir tanah yang diambil mengandung nilai perjuangan, ketabahan, dan jati diri masyarakat Bogor yang harus terus dijaga agar tidak luntur dimakan zaman.
Prosesi berlangsung dengan suasana yang sakral dan penuh penghormatan, dihadiri langsung oleh unsur Forkopimcam Tamansari, jajaran Pemerintah Desa Pasir Eurih, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta diikuti antusias oleh warga masyarakat. Kepala Desa Pasir Eurih, Raup, tampak hadir mengenakan pakaian adat tradisional sebagai bentuk penghormatan mendalam terhadap warisan budaya dan leluhur yang telah mendahului.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa Pasir Eurih, Raup, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan yang mendalam atas kepercayaan yang diberikan kepada desanya. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial biasa, melainkan sebuah amanah besar untuk terus melestarikan apa yang telah ditinggalkan oleh para pendahulu.
“Kami merasa sangat bangga dan terhormat karena Desa Pasir Eurih dipercaya menjadi bagian dari rangkaian besar peringatan Hari Jadi Kabupaten Bogor. Tanah yang kita ambil dari situs ini dan air dari Sumur Jalatunda bukan sekadar benda mati, melainkan simbol hidup yang mengingatkan kita akan akar sejarah, budaya, dan perjuangan para leluhur. Ini adalah tanggung jawab kita bersama untuk menjaga, merawat, dan mewariskannya kepada generasi penerus,”
Lebih lanjut ia menjelaskan, momen ini juga menjadi ajang yang tepat untuk memperkenalkan kekayaan sejarah dan budaya yang dimiliki oleh wilayahnya kepada masyarakat Kabupaten Bogor secara luas, khususnya kepada anak-anak muda. Diharapkan, dengan mengenal asal-usul dan nilai-nilai luhur tersebut, generasi muda dapat tumbuh dengan rasa cinta tanah air yang tinggi dan kebanggaan menjadi bagian dari keluarga besar masyarakat Bogor.
Kegiatan ini memiliki makna mendalam dan tujuan mulia yang diharapkan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Di antaranya adalah untuk melestarikan nilai-nilai sejarah dan budaya sebagai identitas utama Kabupaten Bogor, memperkuat ikatan persaudaraan dan persatuan antarwarga dari berbagai kecamatan, menumbuhkan rasa memiliki dan bangga terhadap warisan leluhur, serta menjadi sarana edukasi agar generasi muda memahami dan mencintai akar budayanya sendiri. Tidak kalah penting, tradisi ini juga menjadi cara yang indah untuk memeriahkan peringatan hari jadi dengan mengedepankan nilai-nilai luhur kearifan lokal daripada sekadar kemewahan semata.
Rencananya, air dan tanah yang telah dikumpulkan dalam prosesi ini akan dibawa langsung oleh Camat Tamansari beserta rombongan resmi dalam helaran budaya puncak Hari Jadi Bogor. Di sana, unsur-unsur dari seluruh wilayah akan disatukan menjadi satu kesatuan utuh yang melambangkan semboyan “Bogor Bersatu, Bogor Maju”.
Kehadiran penuh unsur Forkopimcam Tamansari dalam setiap rangkaian kegiatan ini menunjukkan adanya sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dan seluruh elemen masyarakat. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa pelestarian budaya dan sejarah tidak dapat dilakukan sendirian, melainkan membutuhkan dukungan dan kerja sama dari semua pihak.
Dengan terselenggaranya prosesi ini, diharapkan semangat persatuan, gotong royong, dan kecintaan terhadap warisan budaya terus tumbuh subur di hati setiap warga. Nilai-nilai yang terkandung dalam air dan tanah ini diharapkan menjadi energi positif yang terus menggerakkan Kabupaten Bogor menuju masa depan yang lebih maju, sejahtera, tetap berkarakter, dan tidak pernah melupakan akar budayanya sendiri.(mande)














