megaswaranews.com, CIGUDEG – Terjadinya luapan sungai cisuda dan sungai cidangder akibat hujan deras di wilayah kecamatan cigudeg kabupaten bogor, sabtu malam, mengakibatkan terjadinya banjir bandang yang menimpa ratusan rumah warga di 4 desa, diantaranya Desa Rengas Jajar, Batu Jajar, Bangun Jaya dan Desa Cintamanik. Minggu (19/04/2026)
Hingga minggu sore, warga yang di bantu pihak kepolisian, BPBD dan Relawan bahu membahu membersihkan material lumpur yang masuk ke rumah, Bersasarkan data sementara, akibat banjir bandang,4 rumah rusak berat dan 170 rumah Sedang dan ringan.

Pasca banjir bandang, warga bersihkan rumah dari lumpur, ( foto : manabd)
Salah satu warga Lahfi Maulana, Menjelaskan saat kejadian, material longsoran/banjir bandang sudah masuk cukup dalam hingga setengah badan hingga leher, kerusakan terjadi pada barang-barang dan bangunan, seperti lemari dan perabotan lainnya yang ikut terbawa atau tertimpa material.
“Saat ini belum bisa ditempati/dihuni. Pihak berwenang (polisi) juga masih melarang akses masuk untuk keselamatan.”
“Warga berharap pemerintah bisa memberikan perhatian lebih dan melakukan penanganan yang lebih seriusagar masalah ini tidak terus berulang dan menjadi beban hidup sehari-hari mereka. Ujar kahfi.

Kapolsek Cigudeg beserta anggota, turun langsung membantu bersihkan lumpur ( foto : manabd )
Sementara itu, Kapolsek Cigudeg,Kompol Budi Sehabudin, Membenarkan akan kejadian banjir bandang akibat luapan 2 sungai, sungai cisadu dan sungai cidangder, Desa yang terkena Total 4 desa, yaitu Desa Rengas, Desa Batu Jajar, Desa Bangun Jaya, Desa Cintamanik.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, total rumah terdampak sekitar 170 unit, Rusak Berat, Sekitar 4 unit. Termasuk rumah kontrakan milik penjual cuanki yang roboh, serta rumah di Kampung Sentuk (RW 1 & RW 5) yang ikut terbawa arus beserta kandang kambingnya.”
Pasca banjir bandang, akan dilakukan upaya pengerukan sungai (normalisasi) pada aliran Cisuda dan Cidangder untuk mengantisipasi kejadian serupa.
Kapolsek Cigudeg Menghimbau kepada warga untuk menjauhi bantaran sungai apabila hujan turun guna menghindari risiko. Pungaks Budi.















