megaswaranews.com – Sukabumi, Warga Kampung Selakaso RW 07, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi, mengeluhkan kondisi proyek sodetan air yang baru selesai dikerjakan namun sudah mengalami kerusakan. Proyek yang dikerjakan sejak pertengahan bulan puasa lalu ini menghabiskan anggaran sekitar Rp200 juta.
Ketua RW 07, Dadang Efendi, menjelaskan bahwa warga sebenarnya mengusulkan pembangunan bendungan, bukan sodetan. Namun, pihak pelaksana justru membangun sodetan yang hasilnya dinilai tidak sesuai kebutuhan warga. Pekerjaan proyek ini rampung dalam waktu sekitar 10 hari dan selesai seminggu sebelum Lebaran. Namun, hanya berselang empat hari setelah penyelesaian, sodetan tersebut sudah mengalami kerusakan dan tidak berfungsi maksimal.
“Warga mengajukan bendungan, tapi yang dikerjakan malah sodetan. Kami pertanyakan hal ini karena sodetan itu tidak efektif. Contohnya, dua sampai tiga bronjong sudah terbawa arus. Setelah empat hari selesai, saluran sudah mulai bocor lagi,” ujar Dadang.
Warga Khawatirkan Ancaman Gagal Panen
Kekecewaan juga disampaikan oleh Dadih, salah satu warga Kampung Selakaso. Ia mengungkapkan bahwa proyek sodetan ini gagal memenuhi kebutuhan air bersih dan pengairan sawah warga. Akibatnya, sekitar 20 hektare sawah warga terancam gagal panen, dan pasokan air ke masjid serta rumah warga menjadi terganggu karena sumur-sumur warga ikut mengering.
“Air ini sangat penting, untuk irigasi sawah dan kebutuhan air bersih. Sumur-sumur pada kering, bahkan kemarin kami sampai gagal panen karena air tidak mengalir. Kami terpaksa kerja bakti, beli gombong untuk membendung air agar bisa mengalir lagi,” jelas Dadih.
Warga Minta Dinas Terkait Bertindak Cepat
Warga mendesak Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Sukabumi agar segera menindaklanjuti kondisi ini. Mereka berharap pemerintah turun tangan langsung memperbaiki kerusakan sodetan, agar dampaknya tidak semakin merugikan masyarakat, khususnya petani dan warga yang bergantung pada aliran air tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, pihak DPUTR Kota Sukabumi belum memberikan keterangan resmi terkait rusaknya proyek yang baru selesai dibangun ini.




















