megaswaranews.com– Sukabumi , Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi dari Fraksi PDI Perjuangan, Rojab Asyari, menyampaikan pandangannya terkait evaluasi 100 hari kerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki dan Bobby Maulana. Ia menilai, pasangan kepala daerah tersebut perlu segera melakukan perbaikan, khususnya dalam hal penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Rojab menyoroti keterlambatan dalam penyusunan RPJMD Kota Sukabumi yang hingga kini baru masuk tahap rancangan awal, sementara Kabupaten Sukabumi sudah memasuki tahap akhir penyusunan. Ia menegaskan, RPJMD merupakan pedoman kerja utama kepala daerah dalam merealisasikan janji politik dan program nyata.
“Terkait dengan 100 hari kinerja, saya melihat sudah ada gebrakan dari Pak Ayep dan Pak Bobby. Meski begitu, beberapa di antaranya menimbulkan kontroversi. Terlepas dari itu, semua program tersebut seharusnya sudah masuk ke dalam RPJMD. Kota Sukabumi agak tertinggal dibanding Kabupaten Sukabumi dalam hal ini,” ujar Rojab.
Ia juga mencatat beberapa program awal pemerintahan yang mencuri perhatian, seperti program wakaf uang dan kerja sama pemerintah dengan badan usaha, namun menekankan bahwa semua program tersebut harus tercantum dan dijalankan sesuai kerangka RPJMD.
Soroti Keterlibatan Tenaga Non-ASN
Rojab turut mengkritisi kebijakan Wali Kota yang menurutnya terlalu banyak melibatkan tenaga non-aparatur sipil negara (non-ASN) dalam menjalankan roda pemerintahan. Ia menilai, kepala daerah seharusnya lebih memberdayakan ASN yang merupakan bagian utama dari struktur birokrasi.
“Pak Wali seharusnya memaksimalkan peran ASN. Saat ini, beliau terlalu bergantung pada tim luar ASN, yang justru bisa menambah beban APBD. Mau tidak mau, Wali Kota adalah pimpinan pemerintahan daerah dan harus bisa memimpin serta memberdayakan ribuan ASN yang ada. Terlepas dari adanya perbedaan dukungan saat pilkada, ASN tetap harus menjadi pilar utama pelayanan pemerintahan,” tegasnya.
Dorong Sinergi Eksekutif dan Legislatif
Rojab juga menekankan pentingnya sinergi antara eksekutif dan legislatif dalam menyukseskan program-program pembangunan di Kota Sukabumi. Ia mendorong Wali Kota dan DPRD agar terus menjaga komunikasi dan koordinasi demi kemajuan daerah.
“Pembangunan Kota Sukabumi akan lebih efektif jika ada sinergi antara DPRD dan Pemerintah Kota. Kolaborasi ini penting untuk mewujudkan kebijakan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,” tambahnya.
(sofwan)




















