Para korban mengaku mengalami kerugian setelah mengikuti investasi usaha sembako selama enam bulan dengan total kerugian mencapai Rp1,1 miliar. Pelaku menawarkan keuntungan besar dengan skema membeli barang dengan harga murah lalu menjualnya kembali dengan harga normal.
Puluhan emak-emak dari Perumahan Puri Tenjo mendatangi rumah pelaku dengan pengawalan aparat Kepolisian Sektor Tenjo. Petugas juga telah memasang garis polisi di lokasi rumah tersebut pada Jumat sore.
Warga sengaja mendatangi rumah agen sembako tersebut karena sejak bulan ketiga, pelaku tidak memberikan kejelasan terkait bagi hasil yang dijanjikan. Namun saat para korban tiba di lokasi, pelaku tidak berada di tempat.
Salah satu korban, Ibu Vivi, menjelaskan bahwa awalnya pelaku hanya membuka sistem pre-order (PO) untuk berbagai kebutuhan sembako seperti gula, beras, dan minyak goreng. Usaha tersebut berjalan lancar pada awalnya hingga permintaan meningkat.
Pelaku kemudian menawarkan kesempatan kepada warga untuk menanamkan modal. Ia menjanjikan keuntungan dari selisih harga pembelian dan penjualan barang. Skema tersebut membuat banyak warga tertarik untuk berinvestasi.
“Awalnya lancar, jadi kami percaya. Saya sendiri mengalami kerugian sebesar Rp91 juta,” ujar Vivi.
Ia menambahkan, jumlah korban yang telah terdata mencapai lebih dari 50 orang dengan total kerugian sekitar Rp1,1 miliar. Namun, masih ada korban lain yang belum melapor secara resmi.
Para korban juga telah mengidentifikasi tiga orang yang diduga terlibat, yakni seorang perempuan bernama Lidia Lisana, beserta suami dan adiknya. Namun hingga saat ini, ketiganya tidak diketahui keberadaannya.
Para korban telah sepakat untuk mengumpulkan bukti dan melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian. Mereka berharap aparat segera menangkap pelaku dan mengembalikan kerugian yang mereka alami.
Sementara itu, Kapolsek Tenjo, IPTU Hendrik, menyatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan dari warga Perumahan Puri Tenjo terkait dugaan penipuan investasi sembako.
“Warga tertarik karena pelaku menawarkan pembelian sembako dengan harga di bawah pasar. Saat ini terduga pelaku sudah tidak berada di rumah. Total kerugian diperkirakan sekitar Rp1 miliar dari puluhan keluarga,” jelasnya.
Ia menambahkan, pihak kepolisian telah memeriksa dua orang saksi dan akan segera melakukan penyelidikan lebih lanjut karena laporan baru diterima pada hari yang sama.















