megaswaranews.com, Sukabumi – Bupati Sukabumi Asep Japar bersama PT. Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJB) Cabang Palabuhanratu, melakukan peletakan batu pertama pembangunan Hunian Tetap (Huntap) melalui program CSR di Kampung Pangantrongan, Desa Panumbangan, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, Jaw Barat, pada Senin kemaren,(29/12/2025).
Bupati Sukabumi Asep Japar mengatakan, peletakan bartu pertama pembangunan hunian tetap bagi 16 kepala keluarga warga penyintas bencana pergerakan tanah pada Rabu 4 Desember 2024 lalu, akan secepatnya selesai.
“Kami berterima kasih kepada Bank Jabar (BJB) selama ini membantu gunakan CSR melalui forum kebencanaan dari berbagai pihak kita mendukung penyelesaian kebencana bersama BPBD. Mudah-mudahan persoalan-persoalan yang ada di Jampangtengah khususnya bisa ditangani dengan baik, “Kata Asep Japar kepada media.
Asep menjelaskan jumlah dana digelontorkan pembangunan huntap dibantu oleh tenaga tekhnisi dari sejumlah instansi penanganan bencana.
“Rencana (dana digelontorkan) sekitar 320 juta rupiah. Kalau tekhnisnya dari dinas terkait hadir disini dalam rangka membantu secara tekhnis, “Jelasnya.
“Mengenai jumlah rumah secara global terdampak bencana Kabupaten Sukabumi 2024 lalu, Asep berupaya, terus lakukan bertahap membangun huntap dari bantuan berbagai pihak.
“Memang Sukabumi itu yang kena dampak bencana itu hampir 9 ribu (KK) lebih, kita lakukan secara bertahap dari BPBD termasuk bantuan dari luar dengan cara bertahap.Semua kesepakan tidak ada (warga) keberatan, “Ujarnya.
Guna antisipasi memasuki musim cuaca ekstrim, Asep menghimbau seluruh perangkat daerah, antisipasi bencana.
“Kita selalu menyampaikan baik kepada camat para kades menyampaikan untuk mengampaikan kepada masyarakat agar hati-hati dalam cuaca ekstrim ini wapada dan saling menjaga, “Tandasnya.
Sementara Kepala Desa Panumbangan, Lani Jaelani mengisahkan dramatis menimpa warganya terdiri 16 KK penyintas pergerakan tanah terjadi pada Rabu 4 Desember 2024, terpaksa diungsikan difasilitas umum terdekat dengan fasilitas seadanya.
“Kebetulan (pada waktu itu) kita dekat dengan fasilitas umum, dekat ada masjid, ada SD, ada PAUD. Itu kita tampung mereka disitu, pas masa-masa mencekamnya bencana terjadi. Tidak ada warga menolak relokasi, semau menerima, “Pungkasnya.
Pembangunan huntap tersebut jenis rumah panggung gunakan minimalis dampak bencana alam seperti pergeseran tanah. (Iqbal Bakar).





















