megaswaranews.com-bBogor – Libur panjang yang bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW langsung membuat jalur wisata Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dipadati kendaraan. Sejak Jumat dini hari, antrean mobil pribadi dan bus pariwisata mulai terlihat di kawasan Simpang Gadog hingga arah Cisarua.
Barisan kendaraan memanjang dan bergerak tersendat. Pemandangan ini sudah menjadi rutinitas setiap kali libur panjang, terutama di jalur favorit warga Jabodetabek untuk berlibur ke kawasan pegunungan. “Volume kendaraan meningkat signifikan sejak Kamis malam,” kata KBO Lantas Polres Bogor, Iptu Adrian Novianto, Jumat, 5 September 2025.
Data Satlantas Polres Bogor mencatat, sejak Kamis malam hingga Jumat pagi, sebanyak 5.200 kendaraan tercatat melintasi jalur menuju Puncak. Angka ini diperkirakan masih akan bertambah hingga malam nanti, seiring dengan pergerakan wisatawan yang memanfaatkan cuti bersama.
Untuk mengurai kepadatan, kepolisian memberlakukan rekayasa lalu lintas dengan sistem satu arah (oneway). Skema itu diberlakukan sejak pagi, dimulai dari gerbang Tol Ciawi menuju arah Puncak. Meski begitu, rekayasa lalu lintas tetap memberi prioritas bagi kendaraan dari arah Puncak yang akan kembali menuju Jakarta pada waktu tertentu.
Kepadatan di jalur Puncak tidak hanya dipicu lonjakan wisatawan, tapi juga kondisi jalan yang terbatas. Dengan kontur menanjak, berkelok, dan hanya dua lajur, jalur ini rentan mengalami penumpukan kendaraan. Beberapa titik rawan macet adalah kawasan Simpang Gadog, Megamendung, hingga Cisarua yang dipadati vila, rumah makan, dan tempat wisata keluarga.
Polisi mengimbau wisatawan agar berhati-hati saat berkendara di jalur Puncak. Selain memastikan kondisi kendaraan laik jalan, wisatawan juga diminta menjaga stamina dan mematuhi arahan petugas di lapangan. “Utamakan keselamatan, jangan memaksakan diri bila lelah,” ujar Adrian.
Libur panjang Maulid Nabi diperkirakan masih akan terus mendatangkan lonjakan arus kendaraan hingga akhir pekan. Aparat gabungan Satlantas Polres Bogor, Dinas Perhubungan, dan TNI disiagakan di sepanjang jalur untuk mengantisipasi kepadatan sekaligus mengatur arus wisatawan. (Wawan)





















