megaswaranews.com, Sukabumi – Akses utama jalan menuju Palabuhanratu via cibadak Kabupaten Sukabumi saat ini dalam kondisi rusak. Terpantau sampai, Rabu (14/01/2026) selain permukaan aspal yang berlubang, terdapat empat titik badan jalan yang mengalami amblas.
Kerusakan terparah terjadi di Kp. Nyalindung, Desa Bantar Suren, Kecamatan Palabuhanratu, kurang lebih sepanjang 50 meter permukaan jalan mengalami amblas dan hanya bisa digunakan satu arah.
Warga pun secara sukarela bergotong royong memperbaiki permukaan aspal dengan material seadanya agar dapat dilalui kendaraan. Sementara, sebagian warga lainnya bertugas mengatur buka tutup lalu lintas.
Warga setempat, Asep Odang menyatakan kerusakan jalan di wilayahnya sudah berlangsung hampir 5 tahun, meski sesekali dilakukan perbaikan tapi hanya tambal sulam dan bersifat sementara.
“Kondis seperti ini sudah berlangsung hampir 5 tahun dari tahun 2021, udah diperbaiki tapi hanya sedikit-sedikit dan pas ada hujan rusak lagi, jadi kondisinya tidak permanen,” Terangnya.
Dikatakannya, selain menimbulkan kemacetan kondisi jalan yang amblas ini juga mengancam keselamatan pengendara, terutama pemotor. “Kemarin juga ada yang jatuh orang Cianjur sampe luka berdarah dan diantarkan oleh warga sini ke Cianjur,” tambahnya.
Menurutnya, selain jalan yang amblas terdapat beberapa rumah warga di wilayahnya yang mengalami ambruk dan rata dengan tanah. Hingga berita ini ditulis, belum ada upaya perbaikan atas kondisi jalan maupun rumah yang terdampak. “Kalau surveynya sering pa, tapi sampai saat belum ada eksekusi apapun, “pungkasnya.
Sejumlah jalan amblas juga terjadi di titik lainnya, seperti di tanjakan Baeud. Sementara kondisi permukaan aspal berlubang hampir terjadi di sepanjang jalan Nasional Palabuhanratu.
Warga berharap, Pemerintah Daerah dan pihak terkait lainnya segera melakukan perbaikan jalan yang menjadi akses utama menuju ibu Kota Kabupaten Sukabumi dan Objek Wisata Pantai Selatan. Selain itu, warga juga merasa khawatir kampungnya akan mengalami amblas sehingga menimbulkan kekhawatiran yang mendalam bagi warga. (Isman)















