megaswaranews.com, NANGGUNG – Senyum warga Desa Kalongliud, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, perlahan kembali merekah. Setelah bertahun-tahun dilanda kekeringan, aliran air irigasi kini kembali menghidupi lahan persawahan yang sempat terbengkalai. Senin (13/4/2026)
Warga Kampung Kalongliud, Akey, mengungkapkan bahwa sebelumnya sawah miliknya tidak dapat digarap akibat ketiadaan pasokan air.
Kondisi tersebut membuat banyak petani terpaksa menghentikan aktivitas bertani dalam kurun waktu cukup lama.
“Dulu tidak bisa ditanami, karena kering. Tidak ada air sama sekali,” ujarnya.
Kini, harapan itu kembali tumbuh seiring mengalirnya air dari saluran irigasi Cibongas yang mulai bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.
Kepala Desa Kalongliud, Jani Nurjaman, membenarkan kondisi tersebut.
“Betul, betul sekali. Alhamdulillah, saat ini air dari saluran irigasi Cibongas sudah kembali mengalir dan bisa dimanfaatkan oleh warga, khususnya kelompok tani di dua wilayah, yaitu Poktan Sukamaju dan Poktan Cempaka Pasir Benteng,” kata Jani saat dihubungi.
Ia menjelaskan, selama hampir lima tahun terakhir, lahan persawahan di wilayah tersebut tidak dapat difungsikan akibat jebolnya bendung Cibongas sejak tahun 2020.

Namun pada 2026 ini, meski pembangunan bendung belum sepenuhnya rampung, air sudah mulai dapat dialirkan kembali ke area persawahan.
“Ini menjadi kabar baik bagi para petani. Mereka sudah bisa kembali menggarap lahan yang selama ini terbengkalai,” ujarnya.
Jani juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bogor atas perhatian terhadap perbaikan infrastruktur irigasi di wilayahnya.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Bogor, Bapak Rudi Susmanto, Wakil Bupati Bogor, serta seluruh jajaran pemerintah daerah yang telah mendukung pembangunan bendung Cibongas. Semoga Kabupaten Bogor semakin maju dan istimewa,” tuturnya.
Sebelumnya, kondisi bendung di Daerah Aliran Sungai (DAS) Cikaniki itu sempat menjadi perhatian pemerintah daerah.

Wakil Bupati Bogor, Jaro Ade, bahkan melakukan inspeksi mendadak ke Desa Kalongliud pada Senin (21/7/2025) untuk meninjau langsung kerusakan infrastruktur irigasi akibat bencana alam sejak 2020.
“Kita lihat langsung kondisi irigasi yang terdampak bencana beberapa kali, terutama sejak 2020. Alhamdulillah, tahun ini sudah dianggarkan untuk perbaikan,” ujar Jaro Ade saat itu.***















