megaswaranews.com,DRAMAGA – Sebuah musibah menimpa warga Desa Petir, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, setelah gempuran hujan deras disertai angin kencang yang melanda pada Selasa, 21 Juli 2026 merobohkan tempat tinggal seorang warga. Kejadian ini menimpa rumah milik Ibu Piyah yang berlokasi di Kampung Babakan RT 007/002, yang kini kondisinya dipastikan rusak berat dan tak lagi layak huni.
Berdasarkan laporan resmi yang disampaikan oleh Kepala Desa Petir, Sukardi, kepada Camat Dramaga tertanggal 21 Juli 2026, peristiwa bencana alam ini tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka. Namun, satu unit rumah yang ditempati mengalami kerusakan material yang sangat parah, sebagian besar bangunan roboh, atap runtuh, dan struktur dinding miring hingga berantakan menyisakan puing-puing.
Kepala Desa Petir Sukardi, Membenarkan adanya rumah roboh dan ambruk, korban bernama lengkap Piyah tercatat sebagai seorang janda yang sudah lama ditinggal wafat oleh suaminya. Kondisi bangunan yang sudah tua dan termakan usia, ditambah posisi lokasi yang rawan, membuat rumah tersebut tak mampu menahan terpaan cuaca ekstrem kali ini. Padahal, sebelumnya bangunan ini sudah dua kali mengalami kerusakan serupa akibat hujan deras.
Pemerintah Desa Petir telah melaporkan kejadian ini kepada Camat Dramaga, dengan tembusan disampaikan kepada Bupati Bogor, DPKP, Kalak BPBD, serta Dinas Sosial Kabupaten Bogor. Laporan ini dilengkapi dengan dokumen identitas diri korban serta dokumentasi foto kondisi kerusakan rumah yang terlihat sangat memprihatinkan, di mana sebagian bangunan sudah tak berdiri lagi, sementara separuh sisanya pun masih rawan dan hanya bisa dijadikan tempat berteduh sementara.
Alhamdulillah, pihak desa telah turun langsung melakukan penilaian kondisi dan memberikan bantuan awal kepada korban. Selanjutnya, besok Ketua RT akan mengantar Ibu Piyah ke kantor desa untuk bermusyawarah menentukan langkah penanganan selanjutnya. Pemerintah desa bersama warga akan memutuskan apakah akan segera bergotong royong membangun kembali secara swadaya masyarakat, atau menunggu proses pencairan bantuan anggaran yang sedang diajukan ke pemerintah daerah.
Seluruh pihak kini berharap perhatian dan bantuan segera mengalir, agar ibu yang telah lanjut usia ini tak lagi lama menempati bangunan yang rawan, dan segera mendapatkan tempat tinggal yang layak, aman, dan nyaman untuk menutup masa tuanya. (manabd)













