Terbentuk dari letusan gunung berapi purba 60 juta tahun lalu, sejarah Cappadocia ditandai oleh peradaban Bangsa Het (1800 SM), Kekaisaran Persia, hingga menjadi tempat perlindungan umat Kristen awal dari Kekaisaran Romawi.
Mereka memahat lanskap vulkanik menjadi gua, biara, dan kota bawah tanah yang masih bertahan hingga kini. Saat ini, kawasan yang membentang di provinsi seperti NevÅŸehir tersebut telah menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO dan dikenal luas berkat keindahan wisata balon udaranya.
Bukan hal aneh jika di daerah Cappadocia tercium aroma toleransi. Di wilayah ini terdapat berbagai keyakinan yang hidup berdampingan, di antaranya Kristen, Islam, dan lainnya. Mereka menjalani kehidupan bersama di kawasan gurun yang menyimpan sejarah panjang peradaban manusia.
Sejak era Paleolitik, Cappadocia telah menjadi wilayah yang populer bagi para pemukim. Keamanan geologisnya menjaga peradaban dari berbagai ancaman luar.
Daerah ini juga menjadi saksi awal sejarah budaya Anatolia, termasuk peradaban Kristen dan aktivitas monastik yang diyakini berkembang sejak abad keempat.
Ini bukan sekadar soal toleransi, melainkan penerimaan batin antar-keyakinan yang sukar ditampik atas nama sejarah.
Sebuah kenyataan yang terus hidup dan tidak pernah surut, saling mengisi dunia melalui karya-karya para hamba.














