megaswaranews.com, Sukabumi – Bupati Sukabumi, H. Asep Japar, melepaskan siswa Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) International Professional Institute (IPI), ke Negara Jepang pada Jumat (5/12/2025), bertempat di Kampus IPI, Jalan Pondok Halimun, Desa Perbawati, Kecamatan Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Dalam kegiatan ini, dihadiri jajaran LPK IPI Sukabumi, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Sukabumi Toha Wildan.
Bupati Sukabumi, Asep Japar kepada awak media mengatakan, keberadaan LPK IPI Sukabumi, turut membantu pemerintah Kabupaten Sukabumi. Asep Japar, juga melepaskan sejumlah siswa akan berangkat ke Jepang.
“Sudah melepas yang akan berangkat ke Jepang, tapi ada kedudukan ikatan sebagai manusia yang dilakukan oleh IPI. Pemerintah Kabupaten Sukabumi berterima kasih kepada IPI yang telah membantu warga masyarakat Kabupaten Sukabumi bisa bekerja di Jepang, “Kata Asep Japar kepada awak media, Jumat (5/12).
Sementara Direktur IPI Sukabumi, Eko Pranajaya menyebutkan, telah memberangkatkan 62 warga Kabupaten Sukabumi. Sementara yang sudah ada di Jepang sebanyak 120 orang.
“Kemudian kegiatan ini dua kali dalam satu tahun, ini bagian rutin sebagai LPK dan sendi organitation atau lembaga penerima magang untuk bisa dilakukan proses pendidikan, pelatihan, pemagangan dan menfasilitasi supaya anak-anak bisa bekerja, “Kata Eko
Eko menjelaskan, LPK IPI juga bekerja sama dengan pemerintah Kabupaten Sukabumi memberikan beasiswa kepada warga Kabupaten Sukabumi dengan cara diseleksi. Adapun jurusan mata pelajaran untuk melatih siswa di LPK IPI, Eko menjelaskan sesuai bidang yang di Jepang. Sedangkan untuk program beasiswa, melalui program pemerintah Kabupaten Sukabumi dan Corporate Social Responsibility) CSR.
“Sebetulnya beasiswa programnya bupati mencipta generasi gemilang. Kami kemudian 20 orang sebesar masing-masing 10 juta, nanti 200 juta untuk bisa pelatihan Kaigo di Universitas masing-masing. Lalu pelatihan skil untuk bisa bekerja di Jepang dibidang kaigo. Pihak Jepangnya minta selain pelatihan skil dan bahasa, anak-anak punya pelatihan penanganan keluhan medis bagi lansianya di fakultasi keperawatan. Siswanya kita selektif, juga melalui program bupati dan (Corporate Social Responsibility) CSR serta dari internal kita. Hal ini sudah dilakukan sejak 2 tahun lalu. Sementara dari bupati atensinya baru tahun ini. Jenjang pendidikan cuma setahun untuk pelatihan kerja terdiri bahasa, skil dan mental serta fisik, “Ujarnya.
Masih kata Eko, untuk program jurusan terdiri 2 jurusan yaitu, program Jepang perhotelan berdiri sejak tahun 2012, telah meluluskan 3177 orang.
“Kontraknya 5 tahun untuk kerja disana (Jepang). Bilaman sudah habis masa kerjanya, bisa dilanjut sampai masa pensiunnya habis, “Pungkasnya. (Iqbal Bakar)
#bupatisukabumi #Asepjafar




















