megaswaranews.com, CIOMAS – Akses jalan penghubung antarwilayah di Desa Ciapus, Kabupaten Bogor, lumpuh total. Sebuah jembatan beton yang menghubungkan RW 8 dan RW 2 hancur lebur setelah dihantam pohon raksasa yang terbawa arus banjir.
Peristiwa ini terjadi akibat meningkatnya debit air Kali Cibinong yang deras menyeret material dari hulu. Pohon besar tersebut menghantam konstruksi jembatan hingga patah dan ambruk.
Plh Sekdes Ciapus, Yani Hayani, membenarkan kejadian ini saat dikonfirmasi, Senin (4/5/2026).
“Itu jembatan beton penghubung dua wilayah jebol dan ambruk karena tertabrak pohon besar yang terbawa arus sungai,” ujar Yani.
Di lokasi kejadian, tampak jelas struktur jembatan patah di bagian tengah. Sisa beton masih tersangkut di aliran sungai, bercampur dengan potongan kayu besar dan sampah yang menumpuk. Kondisi ini mempersempit aliran air dan menyulitkan penanganan.
Pohon penyebab kecelakaan ini berukuran sangat masif. Diameternya mencapai 2 hingga 2,5 meter dengan panjang batang mencapai 8 sampai 10 meter.
“Diameternya sekitar 2 sampai 2,5 meter, panjangnya di badan sungai kurang lebih 8 sampai 10 meter,” jelasnya.
Diketahui, pohon tersebut awalnya berada di wilayah RW 13. Keberadaannya sebenarnya sudah lama menjadi perhatian warga karena posisinya yang melintang dan sulit dijangkau. Rencana pemotongan pernah dibahas namun terkendala akses medan yang sulit dan ukuran batang yang sangat besar.
“Saat hujan deras mengguyur, arus sungai meningkat dan akhirnya menyeret batang tersebut menghantam jembatan hingga roboh,” tambah Yani.
Akibat kejadian ini, mobilitas warga terganggu total. Jalur utama kini tidak bisa dilalui sama sekali.
“Akses dari RW 8 ke RW 2 terputus total. Warga untuk sementara harus memutar lewat jalur alternatif,” katanya.
Tidak hanya merusak jembatan, luapan air juga sempat merendam permukiman. “Ada dua rumah yang terdampak banjir, masing-masing satu rumah di RW 2 dan satu di RW 8,” tambahnya.
Saat ini, upaya mitigasi awal sudah dilakukan dengan membersihkan sampah yang menyumbat aliran. Namun, untuk mengevakuasi batang pohon raksasa dan sisa reruntuhan jembatan, dibutuhkan peralatan khusus.
“Kami berharap ada bantuan alat berat untuk mengevakuasi sisa jembatan dan pohon yang menghalangi sungai,” pinta Yani.
Sebagai informasi, Yani Hayani baru saja menjabat sebagai Pelaksana Harian Sekretaris Desa Ciapus pada hari ini. Ia memastikan koordinasi dengan pihak terkait terus dilakukan demi mempercepat penanganan di lapangan.















