megaswaranews.com, Sukabumi — Pondok pesantren (Ponpes) modern Dzikir Al-Fath kota Sukabumi mendorong Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melakukan pengujian ilmiah terhadap tujuh ramuan obat herbal yang telah digunakan selama puluhan tahun. Langkah ini dinilai penting untuk memberikan legitimasi akademis terhadap pengobatan tradisional berbasis pengalaman. Selasa, (28/04/2026)
Hal ini menjadi momentum penting dalam upaya menjembatani pengobatan tradisional dengan pendekatan ilmiah. Dalam kegiatan ini, pihak pesantren mendorong BRIN untuk melakukan penelitian terhadap tujuh ramuan herbal yang selama ini digunakan secara turun-temurun. Ramuan tersebut diklaim telah memberikan manfaat kesehatan bagi banyak pasien selama lebih dari tiga dekade, meskipun belum pernah melalui uji akademis secara komprehensif.
Selama ini, penggunaan ramuan herbal masih terbatas di lingkungan internal pesantren dan belum dipasarkan secara luas karena belum adanya legitimasi ilmiah. Pihak pesantren menilai, uji ilmiah sangat dibutuhkan agar ramuan herbal tersebut mendapatkan pengakuan resmi dan dapat dikembangkan secara lebih luas, baik dari segi produksi maupun distribusi.
Selain itu, langkah ini juga menjadi bagian dari upaya pelestarian kearifan lokal di bidang kesehatan, sekaligus membuka peluang bagi pengembangan produk herbal berbasis pesantren agar mampu bersaing di tingkat nasional.
Pimpinan Ponpes modern Dzikir Al-Fath, KH. Fajar Laksana menyampaikan bahwa kerjasama dengan BRIN ini bertujuan untuk melakukan penelitian benda-benda arkeolog dan naskah kuno. Hal tersebut sudah dilakukan selama enam kali penelitian.
“Kerjasama ini telah diimplementasikan dengan produk-produk yang dihasilkan, khususnya adalah produk obat herbal, pengolahan sampah dan penataan lingkungan. Dimana penataan lingkungan yang bersih, yang sehat, dan juga pengolahan libah sampah. “ungkapnya.
Dengan adanya sinergi antar pesantren bersama lembaga riset nasional kali ini, diharapkan ramuan herbal tradisional ini dapat mendapatkan pengakuan ilmiah dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. (Sofwan Zulfikar)














