megaswaranews.com, DRAMAGA – Suasana haru menyelimuti pemakaman Arman (14) siswa SMP yang meninggal dunia saat terjadi tawuran pelajar di Jalan Lingkar Dramaga (JLD), Kecamatan Dramaga, pada Jumat ( 18/4) pukul 19.00 WIB.
Teman-teman korban, guru, Kepala Desa tetangga dan kerabat berdatangan ke rumah korban Arman di Kampung Jiung, RT 05/08, Desa Petir, Kecamatan Dramaga untuk memberikan penghormatan terakhirnya, pada Sabtu (18/04/2026)
Korban Arman anak bungsu dari tiga bersaudara dikenal anak ceria dan humoris . Sebelum peristiwa maut tersebut terjadi korban sempat sholat Jumat . Setelah itu. izin kepada orang tua untuk bermain bersama teman sekolahnya.

Kepala Desa Petir Sukardi Hadir Dalam Pemakaman Korban Tauran, manabd
Kepala Desa Petir, Sukardi menyampaikan duka yang mendalam atas meninggalnya korban Arman .
Menurut pengakuan pihak orang tua Arman, sepulang sekolah Arman sempat sholat Jumat. Setelah itu izin ke ibunya untuk bermain bersama teman -teman sekolahnya.
”Arman sempat izin maen sama teman-temannya dan minta uang jajan ke orang tua. Malahan sempat pinjem sweater ke teman satu kampungnya,” ujarnya.
Ia berharap kejadian tauran pelajaran hingga merengut jiwa tidak terulang lagi.
Orang tua wajib memantau lingkungan pergaulan dan aktivitas anak untuk mencegah pengaruh negatif.
”Tindakan preventif kolektif sangat diperlukan agar remaja tidak lagi terjebak dalam aksi kekerasan yang merugikan masa depan,* ungkapnya
Sebelumnya, Aksi tawuran antarpelajar SMP terjadi di Jalan Lingkar Dramaga, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor,
sekitar pukul 18.00 WIB pada Jumat (17/4/2026). Satu orang pelajar dilaporkan meninggal dunia dalam kejadian ini.
”Informasi tawuran di Jalan Lingkar Dramaga depan rumah makan, oleh piket fungsi mendatangi lokasi tawuran dan membubarkannya,”ujarbKapolsek Dramaga Iptu AM Zalukhu.
Polisi yang melakukan penyisiran mendapati seorang pelajar berinisial SP (15) dalam kondisi tergeletak dengan luka pada bagian punggung di belakang sebuah minimarket.
”Tetapi, pihak rumah sakit mengatakan korban sudah meninggal dunia. Selanjutnya korban dibawa ke RSUD Ciawi untuk diotopsi,” jelasnya.
Saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait dengan aksi tawuran berdarah yang memakan nyawa dan mencari pelaku. “Pelaku masih dalam lidik,”














