megaswaranews.com, Sukabumi – Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (BEM PTNU) menyampaikan protes keras terhadap kondisi jalan yang rusak parah akibat proyek pengerjaan yang dinilai asal-asalan. Mereka menyoroti pihak pemborong yang diketahui memiliki rekam jejak buruk, namun tetap memenangkan tender proyek tersebut.
Dalam aksi yang digelar di jalan Bhayangkara, Kota Sukabumi, BEM PTNU menilai hasil pekerjaan jauh dari standar kelayakan. Jalan yang baru selesai dikerjakan justru mengalami kerusakan berat, seperti retak, berlubang, dan permukaan yang bergelombang, sehingga membahayakan pengguna jalan.
Koordinator aksi BEM PTNU, Aceng Sofyan menyatakan bahwa pemborong proyek tersebut seharusnya tidak diloloskan sejak awal. Pasalnya, berdasarkan data yang mereka himpun, pihak pemborong memiliki catatan kinerja yang buruk pada proyek-proyek sebelumnya.
“Ini bentuk kegagalan pengawasan. Pemborong dengan reputasi buruk masih bisa menang tender, sementara masyarakat harus menanggung dampaknya. Jalan ini belum lama selesai tapi kondisinya sudah rusak berat,” tegasnya pada Senin (12/01/2026).
BEM PTNU juga mendesak instansi terkait agar segera melakukan audit menyeluruh terhadap proses lelang proyek, termasuk mengevaluasi kelayakan pemborong yang terlibat. Mereka meminta adanya transparansi dan penegakan sanksi tegas jika ditemukan pelanggaran.
Selain itu, mahasiswa meminta agar jalan tersebut segera diperbaiki dengan kualitas yang layak tanpa kembali membebani anggaran negara.
Aksi protes berlangsung tertib dengan membawa poster dan spanduk berisi tuntutan perbaikan jalan serta seruan pemberantasan praktik tidak sehat dalam proses tender proyek pemerintah.
BEM PTNU menegaskan akan terus mengawal persoalan ini hingga ada langkah konkret dari pihak berwenang demi keselamatan dan kepentingan masyarakat luas.
Sementara itu, Kantor UPTD Dinas PU dan Pemiliharaan Jembatan Wilayah 2 Provinsi Jabar, mengatakan akan melakukan evaluasi terhadap aksi mahasiswa tersebut.
‘Kami siap dan akan melakukan evaluasi terhadap instansi kami, dan mendorong masyarakat agar mengawasi setiap langkah pembangunan khususnya jalan di Sukabumi Raya,” tandas Ajat Sudrajat. Kasi pemeliharaan Dinas PU. (Rezky/Isman)















