megaswaranews.com, CIAMPEA – Semangat gotong royong menyelimuti lingkungan bekas Puskesmas Pembantu Cihideung Ilir, Kecamatan Ciampea, Puluhan warga berserta jajaran petugas kesehatan melaksanakan kegiatan bersih-bersih serentak dalam rangka program “Jumat Bersih” wilayah binaan Puskesmas Leuwiliang. Kegiatan ini dilaksanakan sesuai arahan Bupati serta Korwil 7 Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor untuk menjaga aset milik Pemerintah Daerah. Jum’at (10/7/2026)
Bangunan Puskesmas Pembantu Cihideung Ilir, ini diketahui terakhir beroperasi penuh pada tahun 2019, dan sejak saat itu tidak aktif lagi. Kondisi bangunan dilaporkan rusak berat serta tidak terawat selama bertahun-tahun. Kegiatan bersih-bersih hari ini menjadi langkah nyata pertama untuk mengembalikan wujud aset tersebut agar layak kembali digunakan.
Kepala Puskesmas Cibungbulang, Doni Aria Chandra menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap fasilitas kesehatan yang sudah lama tidak terpakai.
“Kegiatan hari ini adalah bagian dari program Jumat Bersih di seluruh wilayah kerja kami. Kami melaksanakannya sesuai instruksi Bupati dan Kepala Dinas Kesehatan untuk menjaga setiap aset daerah, termasuk di Puskesmas Pembantu Cihideung Ilir ini,” ujar Doni saat ditemui di lokasi.
Kepala puskesmas korwil leuwiliang melaksanakan “jumsih” di pustu cihideung ilir yang terbengkalai (foto: manabd)
Doni menjelaskan, sebelum kegiatan ini kondisi bangunan memang sangat memprihatinkan. “Laporan yang kami terima menyebutkan kondisinya rusak berat dan sudah tidak digunakan lagi sejak tahun 2019. Harapan kami dengan gotong royong ini, aset ini tetap terjaga, terlihat rapi, dan tidak rusak lebih parah.”
Ia menambahkan, kegiatan bersih-bersih ini baru permulaan. Selanjutnya pihaknya akan menindaklanjuti ke tingkat yang lebih tinggi. “Nanti kami akan mengajukan permohonan revitalisasi serta anggaran pemeliharaan ke Dinas Kesehatan. Harapan terbesarnya, secepat mungkin tempat ini bisa kembali beroperasi dan melayani kebutuhan kesehatan masyarakat di sekitar sini.”
Sementara itu, Kepala Puskesmas Tenjolaya, Dian Nurdiani, menyampaikan pandangannya terkait potensi dan status lokasi ini. Menurutnya, secara letak geografis lokasi ini jauh lebih menguntungkan dibandingkan lokasi puskesmas yang saat ini berjalan.
“Kalau dilihat dari situasi dan kondisi lokasi ini, sebenarnya posisinya sangat strategis sekali. Berbeda dengan lokasi Puskesmas Cihideng Udik yang berjalan saat ini, yang menurut kami kurang strategis jika dijadikan sebagai pusat pelayanan tingkat Puskesmas,” jelas Dian.
Oleh karena itu, Dian beserta jajarannya mengajukan usulan perubahan status bangunan ini. “Ada usulan dari kami para Kepala Puskesmas, sebaiknya bangunan ini dialihkan fungsinya menjadi Puskesmas Pembantu (Pustu). Sedangkan yang saat ini berjalan tetap dipertahankan sesuai kapasitasnya. Apapun status akhirnya, yang terpenting pelayanan kesehatan bagi masyarakat tetap berjalan lancar dan merata.”
Ia menegaskan, seluruh pihak siap mendukung keputusan terbaik nantinya. “Kami siap berkoordinasi dan saling membantu demi kebaikan bersama, terutama untuk kepentingan warga.”
Tujuh Kepala Puskesmas setelah gotong royong bersihkan aset dinas kesehatan kabupaten bogor (foto : manabd)
Kepala Puskesmas Cihideung Udik, Asep Tujuri, turut menyampaikan kesiapannya mendukung kelancaran pelayanan jika nanti lokasi Cihideng Udik resmi berubah menjadi Pustu.
“Untuk urusan penugasan tenaga medis, sementara ini pelayanan masih bisa ditangani oleh tim dari Puskesmas Cihideung Udik. Nanti kami akan susun jadwal operasional yang tepat agar warga tidak kesulitan mendapatkan pelayanan,” kata Asep.
Asep juga menjelaskan standar operasional yang ideal untuk sebuah Puskesmas Pembantu. “Idealnya, satu Pustu membutuhkan minimal 3 orang tenaga kesehatan agar pelayanan bisa berjalan maksimal setiap hari. Namun untuk tahap awal, kami akan berusaha semaksimal mungkin dengan sumber daya yang ada.”
Salah satu warga, Soleh, yang turut hadir dalam kerja bakti menyambut baik langkah ini. Mereka berharap usulan revitalisasi dan perubahan status dapat segera disetujui, sehingga fasilitas ini bisa segera digunakan warga tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke pusat pelayanan kesehatan lain.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor belum memberikan tanggapan resmi terkait usulan perubahan status dan rencana anggaran revitalisasi tersebut. Pihak Puskesmas berjanji akan terus berkoordinasi dan memantau perkembangan pengajuan ini. (manabd)















