megaswaranews.com, SUKABUMI – Persoalan pengelolaan parkir di Kota Sukabumi kembali menjadi sorotan. Kali ini, perhatian datang langsung dari Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, yang menilai sistem dan kontribusi sektor parkir terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) belum berjalan maksimal. Bahkan, isu ini telah mendapat teguran langsung dari Kementerian Dalam Negeri.
Dalam sebuah wawancara belum lama ini, Ayep secara terbuka menyampaikan kekhawatirannya terhadap kinerja sektor parkir, baik dari sisi teknis pengelolaan maupun dari sisi kontribusi keuangan terhadap kas daerah. “Masalah parkir ini sudah menjadi perhatian nasional. Saya secara pribadi sudah mendapat teguran langsung dari Kementerian Dalam Negeri. Bahkan saat Bima Arya datang ke Sukabumi, salah satu hal pertama yang ia soroti adalah pengelolaan parkir,” ungkap Ayep Zaki, Sabtu (26/07).
Menurut Ayep, dengan jumlah kendaraan bermotor yang terus meningkat di Kota Sukabumi, sektor ini semestinya dapat menyumbang lebih besar terhadap PAD. Berdasarkan data yang dikemukakannya, terdapat lebih dari 100 ribu unit kendaraan roda dua dan lebih dari 10 ribu kendaraan roda empat yang beroperasi di wilayah kota.
“Ini potensi fiskal yang luar biasa. Kita punya lebih dari 100 ribu kendaraan roda dua dan puluhan ribu roda empat. Dengan pengelolaan yang tepat, parkir bisa menjadi sektor strategis untuk menambah kekuatan fiskal Kota Sukabumi,” ujarnya.
Ayep menegaskan, perbaikan tata kelola parkir akan menjadi salah satu fokus pemerintahannya. Ia ingin agar setiap potensi pendapatan daerah dapat digali secara optimal dan dikelola dengan sistem yang transparan dan akuntabel.
Di sisi lain, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Parkir Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Sukabumi, Gatot Setiawan, mengungkapkan bahwa hingga pertengahan Juli 2025, retribusi parkir yang berhasil dikumpulkan mencapai lebih dari Rp876 juta. Angka ini berasal dari 34 titik kantong parkir resmi yang berada di ruas jalan milik Pemerintah Kota Sukabumi.
“Kami menargetkan tahun ini bisa meraih Rp1,4 miliar dari sektor retribusi parkir. Capaian saat ini sudah mendekati 63 persen,” kata Gatot.
Namun demikian, Gatot juga mengakui bahwa meningkatkan pendapatan secara signifikan dari sektor ini bukan hal yang mudah. Salah satu kendala utamanya adalah jumlah kantong parkir resmi yang tidak mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.
“Sejak awal dilantik, Wali Kota memang sudah menekankan pentingnya peningkatan target retribusi parkir sebagai bagian dari optimalisasi PAD. Tapi faktanya, dengan jumlah titik parkir yang stagnan, tentu capaian optimal akan sangat menantang,” jelasnya.
Selain keterbatasan titik parkir, tantangan lain yang dihadapi adalah penertiban parkir liar serta perlunya sistem pengelolaan yang lebih modern dan efisien. Beberapa pihak pun mendorong adanya digitalisasi sistem parkir untuk mencegah kebocoran dan meningkatkan transparansi.(Sofwan)





















