megaswaranews.com, BOGOR – Persiapan penyelenggaraan Hari Jadi Bogor (HJB) Ke-544 yang tahun ini berpusat di Desa Malasari Kecamatan Nanggung Kabupaten Bogor telah memasuki tahap matang. Hal ini disampaikan saat pembahasan kesiapan acara, di mana pihaknya mengaku telah bekerja keras selama beberapa minggu terakhir untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan sukses dan meriah. Selasa (02/6/2026)
Kepala Desa Malasari, Andi Zaelani Firdaos, “Alhamdulillah, beberapa minggu terakhir kami telah membentuk panitia lokal khusus untuk mempersiapkan acara ini. Kami duduk bersama, berdiskusi, dan bermusyawarah menentukan langkah apa saja yang harus dikerjakan demi mensukseskan hajatan besar yang ada di Desa Malasari ini,”
Penyelenggaraan acara besar ini bukan hanya sekadar seremonial, melainkan diharapkan menjadi titik balik dan prioritas utama bagi kemajuan desa. Hal ini mengingat nilai sejarah yang dimiliki wilayah tersebut.
“Harapan kami ke depan, dengan adanya acara ini, Desa Malasari menjadi lebih diperhatikan dan menjadi prioritas pembangunan. Mengapa demikian? Karena sejatinya, tanpa adanya Desa Malasari dan keberadaan Rumah Pendopo bersejarah ini, mungkin tidak akan ada Kecamatan Cibinong seperti yang kita kenal sekarang. Inilah sejarah yang harus kita banggakan,” ujarnya.
Lebih jauh, kehadiran acara ini diharapkan mampu memberikan dampak besar yang menyentuh berbagai sektor kehidupan warga, mulai dari pertanian, pembangunan fisik, hingga peningkatan ekonomi masyarakat secara umum.
Hingga saat ini, dampak positif dari persiapan dan perhatian terhadap desa ini sudah mulai terasa nyata. Salah satu yang paling langsung terlihat adalah perbaikan fasilitas umum.
“Alhamdulillah, efek positifnya sudah kami rasakan. Salah satunya dari sisi infrastruktur, jalan-jalan yang tadinya berlubang dan rusak, kini sudah diperbaiki dan menjadi mulus kembali. Dampak lainnya juga terasa dari sisi ekonomi; kami melihat perputaran ekonomi masyarakat ikut meningkat dan menggeliat berkat adanya kegiatan ini,” tambahnya.

Tampak rmah sejarah bupati pertama Ipik Gandamanah, malasari kab bogor. (foto : manabd)
Terkait Rumah Pendopo yang menjadi ikon dan saksi sejarah wilayah tersebut, kondisi bangunan dinyatakan masih sangat baik dan terawat. Bangunan bersejarah ini dijaga kelestariannya secara turun-temurun.
“Untuk kondisi Rumah Pendopo sendiri, alhamdulillah masih sangat bagus, bahkan bisa dikatakan kondisinya masih 100% terjaga keaslian dan keindahannya. Saat ini sudah ada juru pelihara yang mengurusnya, dan mereka merupakan ahli waris serta keturunan secara turun-temurun yang memiliki rasa tanggung jawab besar untuk menjaga peninggalan berharga ini,” jelasnya menutup pembicaraan.















