megaswaranews.com, BOGOR – Kebijakan Pemerintah Kota Bogor menertibkan kendaraan umum yang dinilai tidak memenuhi standar kelaikan jalan berdampak pada pengemudi Bus Miniarta. Mereka berharap pemerintah tidak hanya melakukan penertiban, tetapi juga menyiapkan solusi bagi para pekerja yang terdampak.
Bus Miniarta yang melayani rute Terminal Baranangsiang-Kampung Rambutan sejak 1981 selama ini menjadi sumber mata pencaharian bagi banyak pengemudi. Namun, penertiban tersebut memicu kekhawatiran karena berpotensi menghilangkan pekerjaan mereka.
Pengemudi Bus Miniarta, Beni Tampubolon, berharap pemerintah memberikan solusi agar para pengemudi tetap memiliki kesempatan bekerja. Sementara itu, pengurus Bus Miniarta, Ramot Tambunan, mendukung peningkatan keselamatan transportasi, tetapi meminta pemerintah juga memperhatikan kondisi sosial dan ekonomi para pekerja.
Para pengemudi berharap Pemerintah Kota Bogor menghadirkan kebijakan yang mampu meningkatkan keselamatan transportasi tanpa mengorbankan mata pencaharian mereka.
(Wawan)















