megaswaranews.com – Sukabumi – Sebuah jembatan gantung sepanjang 30 meter di Kampung Karang Lodaya Hilir, Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, kondisinya memprihatinkan. Jembatan yang melintang di atas Sungai Cimahi itu kini keropos dan miring, bahkan hanya ditopang dua batang bambu dari dasar sungai agar tetap bisa digunakan.
Meski dalam kondisi nyaris ambruk, jembatan tersebut tetap menjadi akses utama bagi para pelajar dan warga sekitar untuk beraktivitas. Setiap hari, sekelompok pelajar dari berbagai sekolah harus meniti satu per satu rangkaian jembatan dengan penuh kewaspadaan.
Kondisi jembatan yang tergerus usia membuat bagian rangka dan lintasannya lapuk. Warga setempat hanya mampu melakukan perbaikan seadanya menggunakan limbah potongan kayu dan bambu yang tidak sesuai standar. Beberapa bagian bahkan sudah berjatuhan ke sungai.
Saat musim hujan dan debit air Sungai Cimahi meningkat, rasa cemas semakin menyelimuti para pengguna jembatan. Mereka terpaksa ekstra hati-hati saat melintas demi menghindari risiko terjatuh.
Salah seorang pelajar, Ardiansyah, mengaku tidak memiliki pilihan lain selain melewati jembatan tersebut.
“Enggak, Pak, soalnya gimana lagi, ini jalan satu-satunya. Ada jalan lain, tapi muter sekitar dua kilometer. Kalau lewat sana takut kesiangan,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Atin, warga setempat yang setiap hari melintasi jembatan tersebut.
“Kalau lewat jalan Lodaya jauh. Yang dekat ya jalan ini, jadi tiap hari lewat jembatan ini. Takut sih, cuma gimana lagi,” katanya.
Sebelumnya, pemerintah setempat sempat menutup jembatan tersebut karena khawatir menimbulkan korban jiwa. Namun warga kembali membukanya lantaran jembatan itu merupakan akses vital menuju sejumlah sekolah, aktivitas perekonomian warga, hingga pemakaman umum. Bahkan, jalur tersebut kerap digunakan untuk mengusung jenazah menuju area pemakaman.
Warga berharap pemerintah segera melakukan perbaikan permanen agar aktivitas masyarakat tidak lagi dibayangi rasa takut setiap kali melintas.
Reporter : Iqbal Salim















