megaswaranews.com, TENJO– Musim kemarau yang berlangsung cukup panjang dan kering di wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, kini mulai menimbulkan dampak serius bagi kehidupan masyarakat. Ratusan warga yang tinggal di Kampung Hajere, Desa Tapos, Kecamatan Tenjo, terpaksa rela mengantre berjam-jam bahkan hingga saling berdesakan demi mendapatkan jatah air. Kesulitan mendapatkan air bersih ini telah dirasakan oleh warga secara terus-menerus selama kurang lebih satu bulan terakhir, seiring dengan semakin menipisnya pasokan air tanah akibat tidak turunnya hujan. Senin (20/9)
Suasana haru sekaligus memilukan terlihat jelas saat penyaluran bantuan air bersih tiba di lokasi. Sejumlah warga dari Desa Tapos, Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor, tampak bergegas dan saling berebut untuk mendapatkan air bersih yang merupakan bantuan resmi dari pihak Kepolisian Polsek Tenjo. Rasa cemas dan khawatir tidak akan kebagian jatah membuat warga tidak segan-segan berdiri berdesakan dalam barisan yang tidak teratur, sambil membawa berbagai wadah seperti ember, jerigen, hingga kendi untuk menampung air tersebut.
Kondisi ini memang tidak terjadi secara tiba-tiba. Sejak sebulan yang lalu, warga di wilayah ini mulai merasakan kesulitan yang luar biasa untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari. Sumur-sumur yang selama ini menjadi andalan utama bagi setiap keluarga perlahan mulai menyusut airnya, hingga akhirnya kini banyak yang sudah benar-benar kering kerontang. Tanah di sekitar pemukiman pun tampak retak-retak akibat paparan panas matahari yang terus menerus tanpa ada kelembapan yang masuk.
Berdasarkan data yang berhasil dihimpun, tidak hanya Desa Tapos saja yang mengalami dampak buruk dari musim kemarau kali ini. Tercatat sebanyak 1.500 warga yang tersebar di dua desa di wilayah Kecamatan Tenjo kini turut merasakan dampak kekeringan yang cukup parah. Selain Desa Tapos, wilayah yang juga terdampak cukup luas adalah Desa Ciomas. Kedua desa ini memang dikenal sebagai wilayah yang selalu mengalami kekeringan dalam kondisi yang sangat ekstrem setiap kali musim kemarau tiba, karena letak geografisnya yang berada di dataran yang cukup tinggi dan memiliki sumber air tanah yang dalam.
Menanggapi kondisi yang semakin memprihatinkan ini, Kapolsek Tenjo, Iptu Hendrik Hartono, menyampaikan bahwa pihak kepolisian tidak tinggal diam dan telah bergerak cepat untuk membantu meringankan beban warga. “Saat ini kami sedang berupaya maksimal menyalurkan bantuan air bersih ke dua desa yang terdampak tersebut. Kami telah menerjunkan sebanyak delapan unit mobil tangki air, yang mana setiap mobil tangki memiliki kapasitas menampung hingga 8.000 liter air bersih yang layak pakai,” ujar Iptu Hendrik Hartono. Penyaluran ini akan terus dilakukan secara bergilir hingga kondisi sumber air di wilayah tersebut mulai membaik kembali.
Sementara itu, Camat Tenjo, Hendarsah, menjelaskan bahwa Pemerintah Kecamatan Tenjo juga sedang menyusun langkah-langkah strategis untuk mengatasi masalah ini secara menyeluruh. Selain mengkoordinasikan bantuan air bersih dari berbagai pihak, pemerintah kecamatan berencana untuk terus berupaya memenuhi kebutuhan dasar warga dengan cara membangun instalasi pompa air di beberapa titik strategis yang telah ditetapkan di Desa Tapos maupun Desa Ciomas. Langkah ini diharapkan dapat menjadi solusi agar warga tidak lagi harus bergantung sepenuhnya pada bantuan air tangki saat musim kemarau datang.
Hingga berita ini diturunkan, antusiasme dan harapan warga masih sangat tinggi kepada pemerintah daerah maupun instansi terkait. Mereka berharap agar penyaluran bantuan air bersih dapat terus dilanjutkan secara rutin sampai musim kemarau berakhir, sekaligus berharap adanya solusi yang bersifat jangka panjang. Dengan adanya perencanaan pembangunan sarana air yang memadai, warga berharap mereka tidak lagi harus mengalami kesulitan yang sama dan tidak perlu lagi berebut serta berdesakan demi mendapatkan setetes air bersih di masa-masa kemarau mendatang. (manabd)















