megaswaranews.com, Jonggol – Saat musim panen tiba, Jonggol menjadi salah satu tujuan favorit pencinta durian di Kabupaten Bogor. Salah satunya di Desa Balekambang. Tempat ini selalu ramai diburu para penikmat durian dari dalam hingga luar Jabodetabek.
Selain durian Aseupan, Jonggol juga dikenal dengan penghasil durian Hepe. Durian jenis ini memiliki ciri khas biji kempes atau kecil, dengan bentuk bulat telur serta kulit berwarna hijau kecoklatan.
Sementara itu, durian aseupan memiliki karakter yang lebih mencolok. Dalam bahasa Sunda, Aseupan berarti Kukusan, sesuai dengan bentuk buahnya yang besar dan lonjong menyerupai Kukusan. Daging buahnya tebal, dengan rasa manis legit dan aroma yang kuat. Keunggulan inilah yang membuat harga durian Aseupan bisa menembus hingga ratusan ribu rupiah per buahnya.
“Durian Aseupan ini dagingnya tebal, rasanya manis dan legit. Walaupun harganya mahal, tetap banyak dicari” ujar Pendi penjual Durian.
Meski demikian, pada musim panen tahun ini, keberadaan durian Aseupan terbilang langka. Hal itu disebabkan hasil panen yang kurang maksimal, sehingga jumlah buah yang beredar di pasaran tidak sebanyak tahun-tahun sebelum nya.
Kepala Desa Balekambang, Anap Setiawan, mengatakan pemerintah desa terus mendorong pengembangan durian Aseupan agar tetap lestari dan tidak punah. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui budidaya dan penjualan bibit durian aseupan kepada masyarakat.
“Kami ingin durian Aseupan tetap menjadi ciri khas Desa Balekambang. Karena itu, kami dorong budidayanya,” pungkasnya
Upaya tersebut diharapkan tidak hanya menjaga keberlanjutan durian khas Jonggol, tetapi juga mampu memperkuat daya tarik wisata kuliner di wilayah tersebut. (Edi)















