megaswaranews.com, CIAMPEA– Bertempat di Lapangan Sukarna, Rangkaian kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026 yang melibatkan tiga lembaga pendidikan kejuruan, yaitu SMK Satu Pelita, SMK Dua Pelita Ciampea, dan SMK Pelita Kesehatan, resmi berakhir. Kegiatan yang dirancang selama lima hari, mulai Jumat lalu hingga hari ini, puncaknya dilaksanakan penutupan yang diselenggarakan dengan melibatkan koordinasi erat bersama pihak Kecamatan Ciampea, berbagai instansi setempat, serta para pemangku kebijakan di wilayah tersebut. Rabu (22/7)
Kepala Sekolah SMK Kesehatan Pelita, Yosan Taufik Ismail, menjelaskan bahwa pelaksanaan kegiatan ini disusun dengan tujuan yang matang dan menyeluruh bagi seluruh siswa baru. “Alhamdulillah, pada hari ini kami telah menyelesaikan rangkaian kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah. Kegiatan ini berlangsung efektif selama tiga hari pelaksanaan inti, di mana dalam prosesnya ada tiga hal utama yang kami tanamkan kepada anak-anak.”
Pertama, anak-anak diperkenalkan secara mendalam mengenai lingkungan sekolahnya, mulai dari fasilitas, aturan, hingga tata kehidupan sekolah. Kedua, anak-anak dibimbing untuk mengenali dirinya sendiri, menemukan apa minat dan bakat yang selama ini mungkin terpendam, baik dalam bidang seni, kreasi, maupun bakat-bakat positif lainnya agar dapat muncul dan berkembang. Dan yang terakhir, mereka sudah mulai mendapatkan arahan yang jelas, ke mana arah pelajaran mereka dan ke mana bakat mereka akan dikembangkan, karena sekolah sudah mengatur dan akan membimbing mereka dengan baik,” ujarnya

Dalam amanat yang disampaikan pada upacara penutupan, Yosan juga menegaskan pentingnya menjauhi berbagai perilaku negatif yang kerap menjadi ancaman bagi pelajar. Terkait maraknya isu tawuran, ia mengingatkan seluruh siswa untuk tidak terlibat dalam perundungan atau bullying, tidak ikut serta dalam tawuran, serta menjauhi segala kegiatan yang tidak bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain. “Kami beserta seluruh satuan pendidik insya Allah akan terus menjaga dan membimbing anak-anak kita, khususnya di lingkungan SMK kita, agar menjadi anak-anak yang hebat, disiplin, dan sukses. Apabila muncul potensi masalah atau hal-hal yang tidak diinginkan, kami pun siap menyiapkan pendampingan yang maksimal bagi para siswa,” tegasnya.
Lebih lanjut, Yosan menyampaikan perkembangan terkait penanganan kasus tawuran yang kerap terjadi di wilayah sekitar, khususnya yang menghubungkan wilayah Ciampea hingga Cibubulan. Ia menjelaskan telah melakukan komunikasi intensif bersama Kapolsek setempat. “Alhamdulillah, penanganan dari pihak kepolisian sudah berjalan baik. Pihak Kapolsek telah berhasil menangkap anggota geng, ketua kelompok, beserta pengurusnya, dan saat ini sedang dalam proses pembinaan serta penyidikan. Artinya, deteksi dini sudah berjalan, dan pelaku, ketua geng, hingga jejak aktivitas mereka di media sosial sudah teridentifikasi dan sedang diproses oleh pihak berwajib,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia MPLS 2026 SMK PELLITA CIAMPEA, Ramdani, memaparkan konsep dan rangkaian kegiatan yang telah disusun selama ini. Pelaksanaan berlangsung dari hari Jumat hingga Rabu, dengan hari terakhir sebagai puncak penutupan yang dikordinasikan bersama seluruh pihak terkait.
“Konsepnya kami susun agar memberikan dampak yang nyata. Ada dua tujuan utama acara ini, pertama sebagai ajang promosi sekolah, dan yang kedua kami ingin menunjukkan eksistensi bahwa SMK itu mampu berjaya, serta membuktikan bahwa dukungan masyarakat terhadap pendidikan kejuruan sangatlah besar. Untuk meramaikan acara, kami menghadirkan berbagai penampilan, termasuk persembahan khusus dari dewan guru. Selain itu, sebelumnya juga telah ditampilkan demonstrasi kemampuan dari ekstrakurikuler yang melibatkan sekitar 18 unit kegiatan, antara lain pencak silat, pramuka, paskibra, PMR, hingga ekstrakurikuler multimedia,” urarnya
Pihak sekolah juga menegaskan telah menerapkan aturan yang sangat tegas terkait penggunaan media sosial di kalangan siswa. Setiap siswa yang kedapatan membuat atau menyebarkan pernyataan yang meresahkan, berunsur SARA, melakukan perundungan, hingga penghinaan terhadap ras, suku, maupun agama akan segera ditindaklanjuti. “Kami sudah berkali-kali melakukan penindakan. Jika ditemukan konten negatif atau konten yang memicu pertikaian dan permasalahan, kami langsung telusuri dan hapus, lalu berkoordinasi bersama siswa, bagian kesiswaan, orang tua, serta pihak terkait lainnya agar tidak menimbulkan dampak yang lebih luas. Kami pun membentuk tim khusus media sosial serta tim kesiswaan digital untuk mengawasi hal ini. Langkah-langkah antisipasi, pencegahan, hingga penanganan cepat saat masalah terjadi selalu kami lakukan, dan penyelesaiannya kami tempuh melalui pendekatan kekeluargaan, musyawarah, serta pembinaan yang berkelanjutan. Hal ini sudah berjalan beberapa tahun terakhir, dan alhamdulillah kami dapat menekan dampak negatif dari media sosial yang dilakukan siswa, mulai dari pencegahan sejak dini hingga penanganan cepat saat terjadi masalah,” tambahnya.

Camat Ciampea, Yudhi Utomo, yang hadir dalam acara penutupan memberikan apresiasi yang tinggi terhadap penyelenggaraan kegiatan ini. Ia menilai pembekalan yang diberikan kepada siswa baru sangat penting sebagai fondasi awal kehidupan mereka di jenjang pendidikan kejuruan.
“Kami mengapresiasi langkah yang diambil oleh pihak sekolah dalam membentuk karakter serta menggali potensi siswa. Kami berharap seluruh materi dan pembekalan yang telah diberikan selama kegiatan ini dapat benar-benar dipahami dan diamalkan oleh seluruh siswa, agar mereka tumbuh menjadi pelajar yang tidak hanya cerdas secara ilmu pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga memiliki akhlak mulia, menjaga kerukunan, serta menjauhi segala perilaku yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain,” ujarnya
Dengan berakhirnya kegiatan ini, diharapkan seluruh siswa baru telah siap mengikuti proses pembelajaran secara rutin, dengan bekal pemahaman lingkungan, penemuan potensi diri, serta kesadaran penuh akan pentingnya menjaga nama baik diri dan sekolah, serta terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan maupun perpecahan. (manabd)













