megaswaranews.com, LEUWILIANG, KABUPATEN BOGOR – Kabar gembira bagai embun pagi yang menyegarkan hati yang dahaga hadirnya Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 di Kecamatan Jasinga. Kehadiran sekolah ini bukan sekadar bangunan baru berdiri kokoh, melainkan membawa nafas lega yang luar biasa bagi ribuan anak di pelosok‑pelosok Kabupaten Bogor, termasuk mereka yang tinggal di wilayah paling ujung, jauh dari keramaian kota, dan sempat terhenti melangkah karena satu hal biaya. Sabtu (22/8)
Salah satu kisah yang menyentuh hati datang dari Kampung Ciateul RT 01/04, Desa Puraseda, Kecamatan Leuwiliang. Di sudut desa yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Sukabumi tinggal keluarga Sapturi. Gopur dan Mimin yang harus menelan pil pahit, anaknya tak mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi karena keterbatasan biaya. Selama satu tahun penuh, masa depan pendidikan anak itu terhenti. Tak ada jalan terbuka, padahal semangatnya masih menyala. Harapan nyaris padam.
Namun Tuhan tak tidur. Bersamaan dengan hadirnya program Sekolah Rakyat, cahaya mulai menyinari kembali rumah sederhana itu. Ketika anak tersebut terpilih menjadi siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Jasinga, seketika beban berat yang memikul pundak keluarga itu terangkat perlahan. Kini ia bisa kembali duduk di bangku sekolah, mengejar impian yang sempat tertunda, dan menggapai cita‑citanya layaknya anak‑anak lain yang beruntung.
Bagi warga di ujung wilayah Leuwiliang yang jauh terpencil ini, kabar terpilihnya anak mereka terasa begitu mengharukan. Betapa tidak—pendidikan yang sempat terasa mustahil kini disediakan negara secara GRATIS sepenuhnya. Tak perlu pusing memikirkan uang sekolah, seragam, buku, maupun kebutuhan harian. Semua disiapkan agar anak‑anak yang paling membutuhkan justru yang paling dulu terbantu.
Kepala Desa Puraseda, Asep Ruhiyat, membenarkan bahwa salah satu siswa yang kini bersekolah di jenjang SMA di Sekolah Rakyat tersebut benar‑benar warga desanya. “Kami turut bangga sekaligus terharu. Anak ini putra daerah kami yang tinggal jauh di pelosok kampung,” ujarnya dengan nada lembut namun penuh makna.
“Dukungan penuh pun diberikan oleh Kepala Desa beserta keluarga besar siswa tersebut. Semangat inilah yang kini menjadi bekal berharga: dengan dorongan yang kuat dari pihak desa serta kasih sayang keluarga, langkah Sapturi dan teman‑temannya kini semakin mantap berdiri sejajar bersama ratusan siswa lain yang sama‑sama meraih kesempatan emas ini.”
Kisah sederhana dari Desa Puraseda ini menjadi bukti nyata, Sekolah Rakyat bukan hanya proyek pembangunan fisik, melainkan jembatan harapan yang menjangkau hingga ke sudut‑terjauh desa—tak peduli seberapa jauh letaknya, seberapa sederhana rumahnya, atau seberapa tipis kantong keluarganya. Karena setiap anak Indonesia, di mana pun ia berada, berhak bermimpi besar dan berhak mendapat pendidikan yang layak demi masa depan yang lebih cerah. (manabd)














