megaswaranews.com, LEUWISADENG, KABUPATEN BOGOR — SMK Pesona Dywantara memiliki tradisi istimewa yang dinanti seluruh warga sekolah setiap bulannya, kegiatan Freeday. Satu hari ini dikhususkan bukan untuk pelajaran rutin, melainkan momen kebebasan positif, kebersamaan lintas angkatan, serta keseimbangan pengembanga diri para siswa. Selasa (22/9/2026)
Pembina Yayasan Pesona Dywantara, H. Budy Antoro, menjelaskan konsep mendalam di balik kegiatan ini.
“Sebulan sekali kami berikan kebebasan berkreasi. Pertama, anak-anak bisa bergaul tanpa sekat: sesama teman kelas, beda kelas, kakak kelas, hingga adik kelas. Inilah momen menyatukan kebersamaan antarwarga sekolah,” ujar Budy Antoro.
Pilar kedua adalah keseimbangan fungsi diri. Setelah sebulan penuh belajar akademik secara padat, satu hari ini dihadirkan sebagai ruang istirahat yang tetap bermakna.
“Konsepnya keseimbangan antara otak kanan dan otak kiri. Anak-anak belajar keras sebulan penuh, maka satu hari ini kami berikan kebebasan yang positif: boleh berkumpul di kantin, mengobrol santai di kelas, berbincang akrab dengan Bapak Ibu Guru. Semua dalam suasana yang menyenangkan dan menyejukkan hati,” jelasnya.
Bersihkan Sekolah Dulu, Rasakan Sebagai Rumah Sendiri
Sebelum menikmati kebebasan tersebut, seluruh siswa terlebih dahulu bekerja sama membersihkan lingkungan sekolah. Kebersihan menjadi pintu masuk menuju kenyamanan bersama.
“Sebelum Freeday dimulai, kami minta anak-anak membersihkan kelas dan lingkungan sekolah. Sekolah yang bersih menjadi tempat yang nyaman. Di sinilah kami tanamkan perasaan: sekolah ini adalah rumah kedua kita. Anak-anak menikmati setiap sudutnya seolah-olah berada di rumah sendiri,” tegas Budy Antoro.
Wadah Bakat dan Kegiatan Positif
Selain kebersamaan dan relaksasi, Freeday juga menjadi wadah mengekspresikan unjuk bakat dan kemampuan siswa. Beragam kreativitas ditampilkan, sehingga potensi setiap anak terlihat dan dihargai.
“Kegiatan ini bukan sekadar berhenti belajar, melainkan belajar hal lain yang sama pentingnya, kepedulian, kerja sama, rasa memiliki, dan kebebasan berkreasi yang tetap positif. Kami ingin setiap siswa tumbuh seimbang—cerdas, terampil, sekaligus berhati hangat,” pungkasnya.
Freeday akan terus dipertahankan dan dikembangkan bentuk kegiatannya agar semakin bermakna bagi seluruh siswa SMK Pesona Dywantara. (manabd)















