megaswaranews.com, CIBINONG, KABUPATEN BOGOR — Badan Informasi Geospasial (BIG) bersama Nanyang Technological University (NTU) memperkuat kerja sama riset untuk memanfaatkan observasi geospasial dalam memantau dinamika bumi, perubahan muka laut, dan risiko geohazard di Indonesia.
BIG dan NTU menggelar workshop bertema Earth Dynamics and Sea Level Change: Understanding Geohazard Risks Through Geospatial Observation di Cibinong, Kabupaten Bogor, Selasa (22/9/2026).
Kegiatan tersebut mempertemukan akademisi dan peneliti NTU serta Earth Observatory of Singapore dengan perwakilan kementerian, lembaga, dan perguruan tinggi di Indonesia. Forum ini membahas pemanfaatan teknologi dan data geospasial untuk memahami perubahan lingkungan serta dinamika bumi.
Plt Kepala BIG Moh. Fifik Syaifudin mengatakan kolaborasi tersebut menjadi wadah untuk bertukar pengetahuan dan memperkuat riset geospasial. Menurutnya, kerja sama lintas lembaga diperlukan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi upaya mitigasi bencana.
“Intinya adalah semangat yang sama. Untuk mengefektifkan dan mengefisienkan mitigasi bencana, kita harus memperkuat kerja sama,” ujar Moh. Fifik Syaifudin.
Dalam kegiatan tersebut, BIG dan NTU juga menandatangani Research Collaboration Agreement. Kesepakatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi riset di bidang geospasial.
Kolaborasi tersebut mencakup pemanfaatan data dan teknologi geospasial untuk mengamati perubahan lingkungan, dinamika bumi, serta perubahan muka laut yang berkaitan dengan risiko geohazard.
Dirlab Penginderaan Jauh Nanyang Technological University, Sang-Ho Yun, turut menyampaikan pandangan mengenai pentingnya kolaborasi riset dalam mendukung pemanfaatan teknologi observasi bumi.
Melalui kerja sama BIG dan NTU, hasil riset dan pemanfaatan data geospasial diharapkan dapat mendukung pemantauan perubahan lingkungan sekaligus memperkuat upaya mitigasi risiko geohazard di Indonesia.
(suhanda)















