megaswaranews.com, DRAMAGA – Pasca tewasnya Arman siswa MTs Darussalam akibat tawuran jum’at malam kemarin dengan kelompok SMP Yafahi.
Kasus tawuran pelajar antar sekolah yang menewaskan satu orang siswa, di tangani pihak Kepolisian Sektor Dramaga.
Kepala Sekolah beserta Guru SMP Yafahi,endatangi rumah duka di kampung Cibeureum.Jiung Desa Petir Kecamatan Dramaga, Selasa (21/04/2026) Siang.
Anang Sopandi, Humas SMP Yafahi, Mengatakan Hari ini kami berkesempatan berkunjung ke rumah duka. Tujuan kedatangan kami adalah untuk bersilaturahmi sekaligus menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam.
Kepala Sekolah Berserta Guru SMP Yafahi Datangi Rumah Duka ( foto : manabd )
Kami berdoa semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran, ketabahan, dan keikhlasan dalam menghadapi cobaan ini. Kami juga memohon agar almarhum diterima iman dan Islamnya, diampuni segala dosa-dosanya, serta ditempatkan di sisi Allah SWT di tempat yang terbaik.
“Kami sangat bersedih atas peristiwa ini, yang memang terjadi di luar dugaan dan juga berlangsung di luar jam pelajaran. Meskipun demikian, sebagai lembaga pendidikan, kami tetap memikul tanggung jawab moral kepada keluarga korban.’
“Ke depannya, insya Allah kami akan memanggil orang tua dari pihak-pihak yang terlibat dalam peristiwa tawuran tersebut. Kami akan membahas bersama mengenai langkah-langkah dan tindak lanjut yang akan diambil, di mana kami berpedoman pada peraturan yang ditetapkan oleh Dinas Pendidikan, selain juga menggunakan aturan dan ketentuan yang berlaku di lingkungan sekolah.”
Sementara ini, kegiatan belajar mengajar masih diliburkan hingga hari rabu. Setelah itu, kami rencanakan kegiatan akan dimulai kembali. Pada hari pertama masuk nanti, seluruh siswa akan dikumpulkan terlebih dahulu untuk mendapatkan pengarahan dan pembinaan bersama. Ujar Anang
Sukardi, perwakilan keluarga korban, Memang peristiwa ini terjadi di luar dugaan dan berlangsung secara spontan. Semoga kejadian ini bisa menjadi hikmah, pembelajaran, bagi seluruh siswa, khususnya yang masih dalam masa pendidikan, agar hal serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.
“Alhamdulillah, hari ini kami menerima kunjungan dari pihak SMP Yafahi. Saya mewakili keluarga menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya atas kunjungan dan silaturahmi yang disampaikan, serta perhatian dan rasa belasungkawa yang diberikan.”
Terkait upaya agar peristiwa tawuran tidak terulang, kami menyadari bahwa pembinaan tidak hanya berlangsung di lingkungan sekolah, tetapi pengawasan dan bimbingan di rumah juga memiliki peran yang sangat penting. Kami juga akan terus menyampaikan pesan ini kepada masyarakat luas, agar peristiwa ini bisa dijadikan bahan pembelajaran dan perenungan bersama, sehingga tidak ada lagi kejadian serupa yang menimpa siapa pun. Pungkas Sukardi.














